GEMADIKA.comBelajar bahasa isyarat tidak hanya ditujukan untuk teman-teman difabel atau tuna rungu saja, tetapi bagi masyarakat umum juga boleh belajar bahasa isyarat. Justru dengan memahami bahasa isyarat, akan lebih memudahkan berkomunikasi dengan teman-teman tuna rungu.

Apalagi sekarang sudah dibuat sistem bahasa isyarat yang telah disesuaikan dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia, sistem ini disebut SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia). SIBI biasa digunakan di Sekolah Luar Biasa. Jadi tidak akan ada perbedaan maksud dan pemahaman ketika seseorang belajar bahasa isyarat. Karena semuanya sudah diselaraskan.

Baca juga :  Tragedi Kebakaran Enam Ruko di Bahorok: Ibu dan Anak Tewas Terperangkap Asap

Bahasa isyarat adalah bahasa yang menggunakan gerakan tangan, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh untuk berkomunikasi. Karena perlu beberapa anggota tubuh untuk penyampaian informasinya, maka bahasa isyarat ini perlu dipelajari secara khusus. Tetapi bukan berarti belajar bahasa isyarat itu sulit.

Manfaat Belajar Bahasa Isyarat

Bagi tuna rungu, menguasai bahasa isyarat SIBI sudah jadi kewajiban. Agar bisa berkomunikasi dengan orang lain sesuai dengan kaidah yang sudah ditetapkan bersama.

Baca juga :  Hari Anak Sedunia, TNI Wujudkan Mimpi Anak Papua Melalui Donasi Sarana Pendidikan

Sedangkan bagi non difabel, menurut kami, sudah saatnya semua orang perlu tahu bahasa isyarat. Minimal beberapa bahasa yang umum dipakai sehari-hari. Kalau pola pikir menguasai bahasa isyarat hanya untuk teman-teman difabel saja, mungkin harus diubah. Karena bagi non difabel pun juga perlu belajar.