MEDAN, GEMADIKA.com – Ops Patuh Toba 2024 mencatat pencapaian positif pada hari kedua pelaksanaannya. Dengan ketegasan dalam penegakan disiplin berlalu lintas, upaya ini bertujuan mewujudkan keamanan, keselamatan, dan ketertiban berlalu lintas yang optimal.

Kabid Humas Poldas Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, menjelaskan bahwa penindakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas menjadi fokus utama untuk mengurangi potensi kecelakaan. Selama operasi ini, tercatat 40 kasus pelanggaran yang terdeteksi menggunakan ETLE.

Baca juga :  Wakapolres Langkat Tinjau Pos Pengamanan Wisata Tangkahan dalam Operasi Ketupat Toba 2025

“Hari kedua operasi ini, sebanyak 1.036 pelanggar ditilang secara manual oleh petugas lapangan, dengan tambahan 936 teguran,” tegas Hadi.

Selain penegakan hukum, Hadi juga menekankan bahwa kampanye keselamatan terus diintensifkan melalui berbagai media. Informasi terkait ops patuh telah tersebar luas, dengan 105 liputan di media cetak, 193 kali di media elektronik dan sosial, serta melalui spanduk yang dipasang di titik-titik strategis.

Baca juga :  Polres Simalungun Sosialisasikan Barcode Informasi Arus Mudik dan Pengalihan Arus Jelang Operasi Ketupat Toba 2025

Sebagai mantan Kapolres Biak Papua, Hadi juga menyampaikan data mengenai kecelakaan lalu lintas selama operasi ini, dengan catatan 8 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, tiga orang luka berat, dan enam orang luka ringan.

“Polisi tetap berkomitmen untuk menjaga keselamatan masyarakat, karena kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas adalah kunci bagi Sumut untuk siap menyongsong PON XXI 2024,” pungkasnya. (Robin Sillahi)