SOLO, GEMADIKA.com – Peristiwa tembok talut longsor di wilayah Ganjilan, RT 03/ RW 06, Debegan, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo pada Kamis (4/7/2024) kemarin meninggalkan duka yang mendalam. Betapa tidak, akibat peristiwa tersebut, dua warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian meninggal dunia tertimbun material longsor.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua korban yang meninggal dunia atas nama Wagiyo Narto Sumarjo (72) dan Heri Supriyono (40). Keduanya merupakan anak dan bapak. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15:30 WIB. Tim Basarnas menerima laporan kejadian sekitar 16:30 WIB.
Petugas langsung melakukan evakuasi hingga pukul 18:30 WIB.
Menurut Humas Basarnas Solo, Yohan Tri Anggoro, kejadian berawal saat korban Wagiyo tengah mengasah pisau di kandang kambing miliknya yang berada tepat di bawah talut setinggi 10 meter.
Tiba-tiba tembok talud di belakang kandang kambing longsor dan menimpa korban. Kemudian sang anak Heri yang mendengar suara gemuruh berusaha menolong ayahnya. Namun keduanya justru tertimbun longsoran tanah dan material.
“Informasi yang didapat, saat kejadian bapaknya itu sedang mengasah pisau. Kemudian tertimbun. Heri ditemukan kritis, terus selanjutnya meninggal saat perjalanan ke rumah sakit,” terang dia.
Lebih detail Yohan mengemukakan, korban bernama Heri ditemukan satu jam setelah kejadian dengan proses evakuasi manual dan dibawa ke RS Dr. Oen. Sedangkan, Wagiyo ditemukan satu jam berselang dan langsung dibawa ke RSUD Dr Moewardi.
Proses evakuasi korban, lanjut Yohan, petugas dan relawan gabungan mengevakuasi korban longsor dengan menggunakan dua ekskavator.
Menurut dia, kondisi korban kritis lalu dilarikan ke RS dr Oen Kandang Sapi. Kemudian meninggal dunia saat perjalanan.
“Kendala evakuasi ada fondasi beton. kalau manual gak memungkinkan,” jelas dia.
“Proses pencarian dilakukan lebih kurang dua jam. Korban yang ditemukan pertama yakni Heri dikeruk warga, tidak tertutup material tebal. Tadi hampir satu jam ditemukan. Selanjutnya, jenazah Wagiyo ditemukan terakhir lalu dievakuasi sekitar pukul 18.25 WIB,” terang dia lebih lanjut.
“Kami mengimbau warga untuk berhati-hati karena kondisi cuaca tidak menentu. Cermat dalam mencermati tanda-tanda alam,” imbuh Yohan. (G3)