BURU, GEMADIKA.com — Kabupaten Buru, tengah mempersiapkan diri untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada 27 November 2024.
Dalam persaingan memperebutkan kursi Bupati dan Wakil Bupati, berbagai pasangan calon (Paslon) berusaha menarik perhatian pemimpin partai demi mendapatkan mandat.
Salah satu pasangan calon yang turut bertarung adalah Amustafa Besan mantan Wakil Bupati Kabupaten Buru, yang maju bersama Hamza Buton dengan slogan AMANAH. Amustafa, yang akrab disapa Amus, telah berjuang selama dua bulan terakhir di Jakarta untuk memastikan dukungan partai.
Pada Selasa, 27 Agustus 2024, ribuan pendukung, tim relawan, dan simpatisan Paslon AMANAH menyambut kedatangan mereka di Bandara Namniwel, Desa Sawa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru. Acara penjemputan ini juga diiringi oleh tarian adat Buru, Cakalele, dan dihadiri oleh para kepala adat serta tokoh masyarakat setempat.
Setelah penjemputan, Amustafa Besan dan Hamza Buton melakukan pawai akbar di kota Namlea. Pawai ini sekaligus menjadi ajang deklarasi partai koalisi yang mendukung Paslon AMANAH, yang digelar di kediaman pribadi Amustafa Besan di Jalan Baru DPRD Kabupaten Buru.
Dalam orasi politiknya, Amustafa Besan menegaskan bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi telah membuka jalan bagi dirinya dan Hamza Buton untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Buru. Ia menyampaikan bahwa perubahan ambang batas pencalonan dari 20 persen kursi DPRD menjadi 10 persen suara sah di Pemilu 14 Februari 2024 menjadi faktor kunci dalam pencalonannya.
“Mahkamah Konstitusi telah merubah syarat pencalonan sehingga saya dengan Pak Hamza Buton hari ini bisa mencarter pesawat dari Ambon ke Namlea,” ungkap Amustafa.
Amustafa juga berbagi cerita tentang momen mendebarkan saat menunggu rekomendasi partai. Dengan hanya tersisa Partai Perindo (1 kursi) dan Demokrat (2 kursi), aturan lama yang mensyaratkan minimal 20 persen kursi di DPRD, atau setidaknya 5 kursi, menjadi tantangan. Namun, keputusan MK di menit-menit akhir memberi harapan baru bagi pasangan AMANAH.
Amustafa dan Hamza Buton berkomitmen untuk membangun Kabupaten Buru ke arah yang lebih baik. Amustafa menekankan bahwa pencalonannya bukanlah untuk mengejar harta, uang, atau jabatan, melainkan demi pembangunan Kabupaten Buru.
Paslon AMANAH didukung oleh empat partai politik, yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Demokrat, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Bulan Bintang (PBB). (Kamel Jusmi)