LUBUKLINGAU, GEMADIKA.com – Persoalan penutupan jalan di Perumahan Air Temam Madani kini menjadi sorotan publik. Jalan yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga secara tiba-tiba ditutup, menimbulkan kebingungan dan ketidaknyamanan yang mendalam, Minggu (15/12/2024).
Kawasan perumahan yang dibangun dengan dana pemerintah ini kini dihadapkan pada permasalahan krusial. Jalan yang semestinya menjadi fasilitas umum justru kehilangan fungsi dasarnya sebagai sarana aksesibilitas masyarakat. Warga setempat dengan tegas menegaskan bahwa jalan tersebut bukanlah milik pribadi, melainkan infrastruktur publik yang dibangun untuk kepentingan bersama.
Penutupan akses jalan ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan ancaman nyata terhadap hak-hak dasar masyarakat. Jika tidak segera ditangani, potensi konflik sosial yang lebih luas dapat terjadi. Mobilitas warga menjadi terganggu, aktivitas ekonomi terancam, dan hubungan sosial di kawasan tersebut dapat terdistorsi.
Pihak berwenang, khususnya Pemerintah Kota Lubuklinggau, dituntut untuk segera turun tangan. Penyelesaian masalah ini membutuhkan pendekatan dialogis, transparan, dan berkeadilan. Warga berharap akses jalan dapat segera dibuka kembali sesuai dengan tujuan awal pembangunannya.
“Mari kita jaga fasilitas umum sebagai aset bersama,” demikian harapan warga. Konflik ini hendaknya menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang konstruktif antara pihak yang terlibat. (Andi Irawan)