GEMADIKA.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami pelemahan pada Rabu (2/4/2025) siang. Pada pukul 11.59 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp 16.732 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah dinamika global yang masih dipengaruhi oleh kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed), fluktuasi harga komoditas, serta faktor domestik seperti permintaan valuta asing yang meningkat pasca-libur Lebaran.

Baca juga :  "Hoaks! Uang Pecahan Rp25.000 Bergambar Gus Dur Tidak Pernah Diterbitkan BI"

Para analis menilai bahwa pelemahan ini juga dipengaruhi oleh sentimen pasar yang masih menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed dan perkembangan ekonomi global.

“Pelemahan rupiah ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama kebijakan moneter di Amerika Serikat yang membuat dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang di negara berkembang,” ujar seorang analis pasar keuangan.

Baca juga :  Hari Anak Sedunia, TNI Wujudkan Mimpi Anak Papua Melalui Donasi Sarana Pendidikan

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) terus melakukan langkah-langkah intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak mengalami tekanan lebih lanjut.

Pemerintah dan pelaku ekonomi diharapkan tetap waspada terhadap dampak dari pelemahan rupiah ini, terutama bagi sektor yang bergantung pada impor.
(redaksi)