TRENGGALEK, GEMADIKA.com – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan dengan aksi nyata di lapangan. Melalui program Serapan Gabah Petani (Sergap), TNI bersama para petani di Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, berhasil memanen 11 ton gabah, Jumat (4/4/2025). Keberhasilan ini menjadi bukti kuat bahwa sinergi antara TNI dan petani mampu memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pangan di Indonesia.

Babinsa Nglongsor, Serka Dwianto, anggota Koramil 0806-09/Tugu, Kodim 0806/Trenggalek, turun langsung mendampingi petani dari Kelompok Tani (Poktan) Among Tani. Perannya bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak, penyemangat, dan fasilitator agar hasil panen dapat terserap secara optimal oleh Bulog.

Dari Tanam Hingga Penjualan: Babinsa Hadir di Tengah Petani

Dengan semangat pengabdian yang tinggi, Serka Dwianto terlibat aktif sejak awal proses pertanian. Mulai dari masa tanam, perawatan tanaman, hingga panen, ia memastikan seluruh tahapan berjalan lancar dan efisien. Tidak berhenti di situ, ia juga mengawal proses penjualan gabah ke Bulog Trenggalek agar petani mendapatkan harga yang layak.

Baca juga :  Lebaran 2025, Usaha Konveksi di Grobogan Kembali Berproduksi, Pemilik Keluhkan Minimnya Modal

Kami mendampingi sejak awal tanam hingga proses penjualan ke Bulog, agar hasil panen benar-benar optimal dan petani mendapat keuntungan yang layak, ujar Serka Dwianto di sela-sela kegiatan panen.

Dengan pendampingan yang intensif ini, Poktan Among Tani berhasil mencapai hasil panen sebesar 11 ton gabah, yang seluruhnya langsung diserap oleh Bulog. Keberhasilan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan beras serta mencegah gejolak harga di pasaran.

TNI, Garda Terdepan dalam Kedaulatan Pangan

: Serka Dwianto bersama petani Poktan Among Tani saat proses panen gabah di Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, Trenggalek.

Lebih dari sekadar tugas, keterlibatan Babinsa dalam sektor pertanian adalah wujud nyata pengabdian kepada rakyat. TNI tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara dari ancaman luar, tetapi juga memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.

Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. TNI, termasuk Babinsa, siap berdiri di sisi petani untuk memastikan mereka mampu memproduksi dan menikmati hasil panennya secara maksimal, tegas Serka Dwianto.

Baca juga :  Indonesia: Dijajah Tanpa Senjata? Korupsi, Oligarki, dan Jebakan Demokrasi Barat

Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat dapat memberikan dampak positif yang besar. Kehadiran Babinsa tidak hanya membantu dari sisi teknis pertanian, tetapi juga memberikan rasa aman dan motivasi tinggi bagi para petani untuk terus bertani, meskipun harus menghadapi tantangan seperti perubahan cuaca dan fluktuasi harga pasar.

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Sawah

Langkah TNI dalam mendukung pertanian di daerah bukan hanya program jangka pendek, tetapi juga strategi berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan nasional. Kehadiran Babinsa di desa bukan hanya menjalankan tugas, tetapi membawa harapan, semangat, dan perubahan yang nyata.

Karena kedaulatan pangan dimulai dari sawah, dan TNI siap mengawal perjuangan petani bersama rakyat.