BALI, GEMADIKA.com – Setelah hampir dua dekade menjadi pusat pertemuan para pencinta yoga dan seni penyembuhan dari seluruh dunia, Bali Spirit Festival siap kembali menggetarkan Ubud dengan energi positif dan kegiatan transformatif dalam gelaran ke-16 yang akan berlangsung pada 7-11 Mei 2025.

Festival internasional yang menggabungkan elemen yoga, musik dunia, dan seni penyembuhan ini telah resmi diumumkan melalui konferensi pers pada Kamis (1/5/2025) di Ubud, Bali. Dalam kesempatan tersebut, para penyelenggara mengungkapkan rangkaian kegiatan, tema utama, serta komitmen keberlanjutan festival yang tahun ini mengusung tema “Follow Your Spirit”.

Membangkitkan Semangat Melalui Kegiatan Positif

“Festival Internasional ini bergerak dibidang Yoga, Musik, dan Tarian, festival ini edisi 16 namun usia sebetulnya 18 tahun karena 2 tahun terakhir sempat off,” jelas Dimas Yogi Fauzi, Media Sponsorship Manager Bali Spirit Festival saat ditemui dalam konferensi pers.

Tema “Follow Your Spirit” yang diusung tahun ini bertujuan membangkitkan semangat melalui aktivitas positif yang akan berdampak signifikan pada kehidupan individu. Rangkaian kegiatan utama festival meliputi yoga, tarian, musik, serta berbagai metode penyembuhan holistik yang akan dibawakan oleh para praktisi terbaik di bidangnya.

Baca juga :  Bangkit dari Masa Sulit, Fahmi Bo dan Nita Anita Buka Warung Acar Buntut Sapi Penuh Harapan

150 Praktisi dari Seluruh Dunia

Keunikan Bali Spirit Festival 2025 terletak pada kehadiran sekitar 150 praktisi kompeten yang akan berbagi ilmu dan pengalaman mereka, mulai dari guru yoga, terapis holistik, musisi, hingga tokoh budaya lokal Bali.

I Made Gunarta, Co-Founder Bali Spirit Festival, menyampaikan, “150 orang praktisi ini meliputi guru yoga, healing, musisi, penari, bahkan rekan seniman kita untuk membantu dan membagikan ilmu nantinya.”

Perpaduan antara praktisi internasional dan lokal ini menjadikan Bali Spirit Festival sebagai manifestasi nyata dari hibriditas budaya global dan lokal dalam kerangka wellness tourism yang semakin berkembang pesat di Indonesia, khususnya di Bali.

Lima Malam dan Empat Hari Penuh Pengalaman Transformatif

Selama lima malam dan empat hari, Bali Spirit Festival akan menyatukan peserta dari berbagai negara dalam kegiatan yang berfokus pada gerakan tubuh, musik, dan kesadaran diri. Festival ini akan menawarkan 150 workshop dan 50 pertunjukan yang berlangsung di The Yoga Barn, Ubud.

Pada siang hari, peserta dapat mengikuti berbagai workshop seperti yoga, meditasi, tarian, musik, dan penyembuhan. Sementara pada malam hari, acara dilanjutkan dengan pertunjukan musik dari musisi lokal dan internasional.

Baca juga :  Lelang Kilat Tanker Iran Disorot, Benarkah Ada Pengaruh Amerika dalam Penegakan Hukum Maritim Indonesia?

Perpaduan Musik Tradisional dan Kontemporer

Beberapa musisi yang telah dikonfirmasi akan tampil di Bali Spirit Festival 2025 antara lain Afrosideral – Afro-Cuban Electronic (Kuba/Brasil), Catur Hariwijaya – komposer multi-instrumentalis dari Indonesia, Adam Alydrus (Sekala) dari Indonesia, dan Dos Papis & Orchestra dari Iran.

Adam Alydrus yang berasal dari Kalimantan dikenal dengan kemampuannya membawakan harmoni musik tradisi yang terinspirasi alam. Sementara itu, Catur Hariwijaya, multi-instrumentalis berbasis di Bali, dikenal karena eksplorasinya terhadap musik tradisi dengan tema-tema alam yang kental.

Dampak Ekonomi dan Spiritual

Lebih dari sekadar festival, Bali Spirit Festival juga memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi kreatif dan dinamika spiritualitas kontemporer di Bali. Dengan berlangsungnya Bali Spirit Festival 2025, diharapkan Ubud tidak hanya semakin dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi episentrum transformasi sosial dan spiritual yang inklusif serta berkelanjutan.

Selama lebih dari 16 tahun, Bali Spirit Festival telah menjadi tempat bertemunya orang-orang dari seluruh dunia untuk berbagi pengalaman, budaya, dan gaya hidup yang lebih sadar dan sehat. (mond)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami