LUBUKLINGGAU, GEMADIKA.com – Aktivis antikorupsi Rizki Trianto Putra kembali menjadi tumpuan harapan masyarakat yang resah dengan kondisi Bandara Silampari Lubuklinggau, pada Selasa (6/5/2025).
Sejumlah warga mendatanginya untuk melaporkan dugaan praktik korupsi terkait fasilitas bandara yang kondisinya memprihatinkan.
Warga yang meminta identitasnya dirahasiakan ini mempertanyakan perkembangan laporan sebelumnya dan respons pihak bandara terhadap kondisi fasilitas yang dinilai amburadul.
“Dari awal pertemuan saya ketika mendatangi bandara, saya hanya dipertemukan oleh Humas bandara, dan di saat pertemuan pertama saya dijanjikan untuk dipertemukan oleh kepala bandara di hari Senin 21 April 2025. Namun di tanggal 21 April ketika saya kembali mendatangi bandara, saat itu kepala bandara belum kunjung kembali dari perjalanan dinas luarnya,” ujar Rizki menjelaskan kepada masyarakat yang menemuinya.
Pada pertemuan kedua tersebut, Rizki bertemu dengan tujuh orang termasuk M. Subandi selaku Humas bandara, seorang Humas lain yang tidak diingat namanya, dan Zerhanto yang merupakan Analis SDM Bandara Silampari, serta beberapa Kabid lainnya.
“Kembali saya dijanjikan untuk dipertemukan lagi namun hingga saat ini saya belum juga bisa bertemu dengan kepala bandara tersebut,” lanjutnya.
Pengumpulan Bukti dan Rencana Tindak Lanjut
Rizki mengaku telah mengumpulkan berbagai data dan bukti yang mengindikasikan adanya praktik korupsi dalam pengelolaan fasilitas Bandara Silampari.
“Saya sudah mengumpulkan data dan bukti-bukti terkait adanya indikasi korupsi fasilitas bandara itu, dan terkait hal itu saya juga sudah membuat surat untuk pelaporan dan pengaduan kepada KPK RI, namun saya masih penasaran tentang tujuan kepala bandara selalu tak pernah ada di tempat itu,” jelasnya.
Rizki juga mempertanyakan alasan di balik sulitnya bertemu dengan kepala bandara.
“Dan tak tau mengapa apakah benar kepala bandara tak mau bertemu karena tak ada di tempat, atau Humas sengaja menghalangi dengan janji palsunya yang ingin mempertemukan saya dengan kepala bandara tersebut, atau kemungkinan lainnya Humas sendiri pun terlibat dalam hal korupsi ini,” ungkapnya.
Bukti Baru Bertambah

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat juga menyerahkan foto-foto baru yang menunjukkan daun dan pohon yang dipotong dari dalam area bandara namun dibiarkan berserakan di dekat pintu masuk Bandara Silampari.
Warga meminta Rizki untuk kembali mengusut kasus ini dan menyampaikan surat kepada Dirjen Perhubungan agar menindak tegas kepala Bandara Silampari. Mereka juga mendorong agar bila terbukti adanya tindak pidana korupsi, kasus ini segera dilaporkan ke KPK RI dan pihak berwajib lainnya. (Andi Irawan)




