BATU BARA GEMADIKA.com – Pelabuhan Pelindo Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, kembali menjadi pusat perhatian setelah kedatangan kapal pesiar mewah MP Star Voyager pada Kamis pagi (29/5/2025).
Kapal pesiar ini membawa sebanyak 1.600 wisatawan mancanegara yang berasal dari 25 negara, berlayar dari Port Klang, Malaysia.
Kapal bersandar sekitar pukul 06.00 WIB dan disambut meriah oleh jajaran Pelindo Regional 1 Cabang Kuala Tanjung, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal. Momen ini menjadi sinyal positif bagi geliat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Batu Bara.
Dari total wisatawan dan kru, sekitar 200 orang langsung melanjutkan perjalanan menuju Danau Toba melalui Parapat, salah satu destinasi wisata unggulan Sumatera Utara. Sementara wisatawan lainnya memilih untuk mengeksplorasi berbagai objek wisata lokal di Batu Bara, termasuk kuliner, seni budaya, dan produk UMKM setempat.
Manajer Regional 1 Pelindo Cabang Kuala Tanjung, Ahmad Subhan, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pelayaran keliling Asia Tenggara.
“Ini menjadi peluang besar bagi ekonomi lokal dan promosi pariwisata. Para pelaku UMKM dan sektor pendukung lainnya akan ikut berdampak positif,” ujar Subhan.
Ia juga mengungkapkan bahwa MP Star Voyager dijadwalkan akan kembali bersandar di Kuala Tanjung pada 1 Juni 2025, dan secara total akan melakukan kunjungan sebanyak lima kali dalam periode tiga hari sekali.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan terhadap sektor pariwisata dan memperkuat posisi Kuala Tanjung sebagai pelabuhan internasional berbasis pariwisata di wilayah barat Indonesia.
Sebagai bentuk kesiapan, Pemerintah Kabupaten Batu Bara bersama Pelindo telah menyediakan berbagai fasilitas penunjang, seperti sarana transportasi, pemandu wisata profesional, dan sentra UMKM yang menyajikan produk lokal unggulan.
Antusiasme masyarakat dalam menyambut wisatawan juga dinilai menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun citra destinasi wisata yang ramah dan berbudaya.
Kehadiran kapal pesiar ini menandai langkah nyata Batu Bara menuju peta destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara, sekaligus memperluas jaringan pariwisata internasional melalui pintu laut Kuala Tanjung.
(Jumaidi)




