MEDAN, GEMADIKA.com – Kejadian mengerikan terjadi di jantung Kota Medan! Tabrakan beruntun yang melibatkan hingga 10 kendaraan sekaligus mengguncang Jalan MH Yamin, Medan Timur, Sumatera Utara pada Senin (26/5/2025) sore sekitar pukul 17.15 WIB.
Kecelakaan spektakuler ini terjadi tepat di depan kantor Dinas Pariwisata, menciptakan pemandangan yang tak terlupakan bagi para saksi mata.
10 Kendaraan Terlibat dalam Chaos Lalu Lintas
Dalam kecelakaan yang sangat jarang terjadi ini, 10 kendaraan dari berbagai jenis dan merek terlibat secara bersamaan. Kendaraan-kendaraan tersebut meliputi mobil listrik BYD Seal, Toyota Avanza, Wuling Almaz, Hyundai Creta, Wuling Binguo, Honda Jazz, Mitsubishi Pajero, Toyota Calya, sepeda motor Yamaha Jupiter, dan sebuah becak motor.
Pemandangan yang paling mencuri perhatian adalah mobil Hyundai Creta berwarna putih yang terlihat berada di atas mobil BYD Seal. Kedua kendaraan tersebut mengalami kerusakan parah dan tampak ringsek, menunjukkan dahsyatnya benturan yang terjadi.
Kronologi Kecelakaan yang Menggemparkan
Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP I Made Parwita memberikan penjelasan detail mengenai kronologi kecelakaan yang menggemparkan ini. Menurutnya, kecelakaan bermula dari mobil listrik BYD Seal yang datang dari arah simpang Jalan Sutomo menuju Tugu 66.
“Terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan HM Yamin depan kantor Dinas Pariwisata yang mana mobil BYD oleng sehingga menabrak mobil Avanza kemudian mobil Avanza menyenggol Wuling dan beruntun ke kendaraan yang lainnya,” kata AKBP I Made Parwita, Senin (26/5/2025).
Penjelasan lebih lanjut dari AKBP I Made mengungkap bahwa ketika sampai di lokasi kejadian, pengemudi mobil BYD Seal diduga kurang hati-hati sehingga kendaraannya oleng dan kemudian menabrak sembilan kendaraan lainnya yang berada di depannya dengan arah yang sama.
“Sesampainya di lokasi kejadian diduga pengemudi mobil BYD Seal kurang hati-hati sehingga menabrak sembilan kendaraan yang berada di depannya searah,” ujarnya.
Kondisi Korban dan Kerusakan Kendaraan
Meski kecelakaan ini melibatkan banyak kendaraan dan terlihat sangat parah, namun syukurlah tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Dari 10 kendaraan yang terlibat, semua mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
“Ada 10 kendaraan, 8 unit mobil dan 1 kereta (sepeda motor), 1 becak,” ucapnya menjelaskan komposisi kendaraan yang terlibat.
Meskipun tidak ada korban meninggal, namun terdapat dua orang yang mengalami luka-luka ringan. Para korban yang terluka adalah pengemudi sepeda motor Yamaha Jupiter dan pengemudi becak motor.
“Pengemudi sepeda motor Yamaha Jupiter dan pengemudi becak motor mengalami luka ringan namun tidak berobat ke rumah sakit,” kata Parwita dalam keterangannya.
Dalam penjelasan yang lebih detail, AKBP I Made menyebutkan bahwa pengemudi sepeda motor mengalami luka terkilir, sementara tukang becak mengalami luka lecet di bagian siku.
“Pengendara sepeda motor luka terkilir dan tukang becak luka siku lecet,” ujarnya.
Para pengemudi mobil yang terlibat dalam kecelakaan beruntun ini tidak mengalami luka-luka, menunjukkan bahwa fitur keselamatan kendaraan roda empat cukup efektif dalam melindungi penumpangnya.
Penyelidikan Menyeluruh Sedang Berlangsung
Pihak kepolisian tidak mengambil kasus ini dengan ringan. AKBP I Made Parwita menegaskan bahwa petugas sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan beruntun yang spektakuler ini.
“Petugas menyelidiki kasus ini dengan melakukan olah TKP, mencari saksi-saksi, mengamankan barang bukti,” ujarnya menjelaskan langkah-langkah investigasi yang tengah dilakukan.
Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga sedang mencari rekaman CCTV yang mungkin dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kronologi kecelakaan tersebut.
“Juga mencari CCTV,” ucapnya menambahkan.
Dampak Terhadap Lalu Lintas
Kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan MH Yamin ini tentunya berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas di kawasan Medan Timur. Lokasi kecelakaan yang berada di depan kantor Dinas Pariwisata merupakan jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk seperti sore hari ketika kecelakaan terjadi.
Petugas kepolisian dan petugas terkait lainnya langsung turun ke lokasi untuk mengatur lalu lintas dan melakukan evakuasi kendaraan-kendaraan yang terlibat kecelakaan. Proses evakuasi dan pembersihan lokasi kejadian membutuhkan waktu yang tidak sedikit mengingat banyaknya kendaraan yang terlibat. (MonD)




