MAMASA, GEMADIKA.com – Kabupaten Mamasa resmi ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Barat. Keputusan tersebut dihasilkan dalam Rapat Harian ke-II Pengurus BADKO HMI Sulbar periode 2024–2026 yang dilaksanakan pada Sabtu (15/6/2025).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) itu membahas tiga agenda utama: penetapan lokasi RAKERDA, penetapan Steering Committee (SC), dan Organizing Committee (OC).

Arifin Djalil Ketua Umum HMI Cabang Mamasa mengapresiasi langkah strategis pengurus BADKO HMI SULBAR dalam penetapan kab.mamasa sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakerda Perdana tersebut. Menurutnya, ini adalah salah satu indikator penunjang kemajuan daerah.

Baca juga :  Harsinah Suhardi Kukuhkan Ibunda Guru se-Sulbar, Tegaskan Pendidikan Harus Lahir dari Kasih Sayang

“Salah satu indikator penunjang kemajuan suatu daerah adalah mempunyai daya tarik bagi pengunjungnya dan kabupaten mamasa sudah memiliki itu. Suguhan panorama alam serta kondisi iklim yang jadi pembeda dari semua kabupaten yang ada di Sulbar,” terangnya.

“Terlebih keterlibatan pemerintah daerah juga dalam hal ini patut diapresiasi semoga kedepannya sinergitas HMI dan Pemda kabupaten mamasa dapat selalu terjaga demi kemajuan daerah pada khususnya dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya,” sambungnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan kesiapannya sebagai cabang tuan rumah pelaksanaan Rakerda Perdana tersebut serta menjadikan momentum ini sebagai langkah strategis untuk mengkonsolidasikan segalah problem yang ada di kabupaten mamasa.

Baca juga :  Banjir dan Longsor Hantam Mamasa dan Polman, 23 Jiwa Terdampak BPBD Sulbar Siaga 24 Jam

“Pengurus HMI cabang mamasa siap dan berbarga hati sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakerda Perdana tersebut sebab ini adalah momentum dan merupakan langkah strategis untuk mengkonsolidasikan segalah problem yang ada di kabupaten mamasa,” tandasnya.

“Sama kita ketahui bersama bahwa problem yang ada di kabupaten mamasa tidaklah sesederhana yang kita lihat, banyak kemudian yang perlu kita konsolidasikan bersama serta keterlibatan semua pihak sebagai civil society dan langkah yang konkret untuk menghadirkan solutif dalam penyelesaiannya,” sambung tutupnya. (Antyka)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami