MESUJI, GEMADIKA.com – Keprihatinan atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Mesuji mendorong Polres Mesuji menggelar langkah strategis.

Apel gelar pasukan Operasi Patuh Krakatau 2025 resmi dibuka di Lapangan Apel Mapolres Mesuji, menandai dimulainya operasi besar-besaran selama 14 hari ke depan, Senin (14/7/2025).

Suasana khidmat menyelimuti acara yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Polres Mesuji, Kompol Heru Sulistyananto, Barisan personel Polres Mesuji tampak gagah berdiri tegak, bersama unsur TNI, Forkopimda, dan berbagai stakeholder terkait yang turut mendukung operasi ini.

Kondisi Mengkhawatirkan: 25 Kecelakaan dalam 6 Bulan

Data yang disampaikan dalam apel tersebut cukup mengejutkan. Berdasarkan analisa dan evaluasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) periode Januari hingga Juni 2025, wilayah Polres Mesuji masih mencatat angka kecelakaan yang tergolong tinggi.

“Dalam kurun waktu enam bulan, tercatat 25 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia sebanyak 5 orang, luka berat 3 orang, dan luka ringan 40 orang,” ungkap Waka Polres dalam sambutannya.

Angka ini menjadi perhatian serius bagi jajaran kepolisian dan pemerintah daerah, mengingat dampaknya yang tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga merenggut nyawa dan merusak masa depan keluarga korban.

Strategi Komprehensif: 54 Personel Siap Bertugas

Untuk mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman, nyaman, dan selamat, Polres Mesuji mengerahkan kekuatan penuh. Operasi Patuh Krakatau 2025 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 14 Juli hingga 27 Juli 2025, dengan melibatkan 54 personel Polres Mesuji.

Yang menarik, operasi ini tidak berjalan sendiri. Dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmen nasional dalam menciptakan keselamatan berlalu lintas yang lebih baik.

Pendekatan Tiga Pilar: Preemtif, Preventif, dan Penegakan Hukum

Operasi kali ini mengusung pendekatan yang lebih modern dan menyeluruh. Mengedepankan kegiatan preemtif (pencegahan dini), preventif (pencegahan), dan penegakan hukum (Gakkum) melalui penilangan serta penggunaan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Teknologi ETLE yang digunakan mencakup tiga jenis: statis, mobile, dan hand held, memungkinkan pengawasan yang lebih efektif dan objektif terhadap pelanggaran lalu lintas di berbagai titik strategis.

Harapan Besar untuk Keselamatan Bersama

Melalui operasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas semakin meningkat. Bukan hanya soal menghindari tilang, tetapi lebih kepada membangun budaya tertib berlalu lintas yang dapat menyelamatkan nyawa.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI dan instansi terkait, menunjukkan bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama yang harus dipikul oleh seluruh elemen masyarakat. (Anang Kurniawan)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami