GROBOGAN, GEMADIKA.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Grobogan resmi mengukuhkan pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Grobogan masa khidmah 2025–2030. Pengukuhan ini dirangkai dengan kegiatan Halaqoh Ulama Tahun Anggaran 2025, yang digelar pada Sabtu, 19 Juli 2025, di Masjid Jabalul Khoir, kawasan Simpang Lima, Jalan Dr. Sutomo No.1 Kwarungan, Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi.

Mengangkat tema “Menguatkan Ukhuwah Islamiyah dan Kebersamaan dalam Menghadapi Tantangan Global”, kegiatan ini dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai elemen, termasuk alim ulama, tokoh agama, dan jajaran pemerintah.

Wakil Bupati Grobogan, H. Sugeng Prastyo, SE, MM, hadir mewakili Bupati Grobogan dan secara resmi membuka kegiatan halaqoh sekaligus mengukuhkan jajaran pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Grobogan.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain:

  • Kepala Balai Diklat Keagamaan Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Muchammad Toha, S.Ag., M.Si
  • Kepala Kemenag Grobogan H. Fahrur Rozi, S.Ag., M.Si
  • Kepala Kesbangpol Grobogan Nur Nawanta, A.P
  • Plt. Kabag Kesra Setda Grobogan
  • Pasi Pers Kodim 0717/Grobogan Lettu Inf Satimo
  • Kabag Log Polres Grobogan Kompol Ahmad Basirun, SH
  • Kasat Binmas Polres Grobogan AKP Abbas, SH, MH
  • Ketua MUI Grobogan Dr. KH. Yasin, M.Ag
  • Sekretaris Umum MUI Grobogan H. Nur Kholis, S.Ag., MH
  • Para pengurus MUI Kabupaten dan Kecamatan se-Grobogan
Baca juga :  Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Kapolres Rembang Turun ke Lahan Jagung

Ketua MUI Grobogan, KH Yasin, dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para pengurus baru. Ia berpesan agar para pengurus menjalankan amanah dengan ikhlas dan sungguh-sungguh dalam membimbing umat, terutama di tengah tantangan dakwah di era digital saat ini.

“Kita perlu waspada karena banyak pendakwah melalui media seperti YouTube yang bisa disalahpahami tanpa pendampingan ulama. Kami juga mengimbau kepada para pengasuh pondok tahfidz agar lebih selektif menerima murid, karena tidak semua hafidz hafidzah mampu memahami makna Al-Qur’an secara utuh,” ujarnya.

Baca juga :  Upacara Harkitnas Tahun 2026 Kabupaten Purworejo, Perkuat Semangat Kolektif Menuju Kejayaan Bangsa

Wakil Bupati Grobogan dalam sambutannya menekankan pentingnya peran ulama dalam menjaga keharmonisan dan kondusivitas daerah. Ia mengajak seluruh elemen ulama untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun mental dan spiritual masyarakat Grobogan.

“Doa dan peran para ulama sangat penting. Jangan biarkan hoaks dan upaya adu domba merusak persatuan kita. Mari bersama menuju Grobogan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan penyampaian materi halaqoh oleh Dr. H. Muchammad Toha, S.Ag., M.Si, yang juga menjabat Kepala Balai Diklat Keagamaan Provinsi Jawa Tengah.
(Pendim Dion)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami