SUKA MAKMUE, GEMADIKA.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMGP4) Kabupaten Nagan Raya merangkul wartawan yang bertugas di wilayah tersebut guna mendorong terwujudnya pemberitaan ramah anak. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (22/9/2025).
Plt. Kepala DPMGP4 Nagan Raya, Suhermawan, SKM., MKM, menegaskan bahwa isu kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kehadiran insan pers dalam kerja sama ini sangat strategis, karena media memiliki kekuatan untuk menyebarkan informasi edukatif kepada masyarakat, mendorong kesadaran publik agar berani melapor, serta peduli terhadap kasus kekerasan,” ungkapnya.

Suhermawan menambahkan, nota kesepahaman (MoU) yang sedang dibahas diharapkan menjadi landasan kuat kolaborasi pemerintah daerah dan media. Dalam hal ini, pemerintah akan menyediakan data layanan dan kebijakan, sementara media berperan menyampaikan informasi mendidik dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, adil, dan ramah bagi perempuan serta anak-anak kita, karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus kita lindungi bersama. Saya sangat mengapresiasi komitmen rekan-rekan wartawan dalam agenda ini. Semoga kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat peduli, berkeadilan, dan bebas dari kekerasan,” tambahnya.
Diketahui, Kabupaten Nagan Raya saat ini telah berstatus Kabupaten Layak Anak kategori Nindya.
Sementara itu, Ketua Aliansi Wartawan Nagan Raya (AWAN) menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.
“Ini langkah baik. Kami mendukung penuh seluruh program DPMGP4 untuk menciptakan Kabupaten Layak Anak. Harapan kami, MoU ini bisa berjalan maksimal, bukan sekadar acara seremonial,” ujarnya mewakili wartawan di Nagan Raya.
Acara ini turut dihadiri para wartawan dari berbagai organisasi kewartawanan, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Sekber Wartawan Indonesia (SWI), dan Aliansi Wartawan Nagan Raya (AWAN).(Rahmat P Ritonga)




