JAKARTA, GEMADIKA.com – Dalam perkembangan yang mengukuhkan posisi Indonesia di kancah ekonomi global, Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy.

Berdasarkan pengumuman resmi di laman Bloomberg New Economy yang dikutip pada Selasa (23/9/2025), Jokowi terpilih sebagai satu dari 22 anggota Dewan Penasihat Global yang baru dibentuk pada April 2025.

Keputusan ini mencerminkan pengakuan internasional terhadap kepemimpinan dan visi ekonomi yang telah ditunjukkan Jokowi selama masa jabatannya.

Dewan Penasihat Prestisius dengan Nama-Nama Besar
Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy diketuai oleh dua sosok berpengaruh: mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo dan mantan Perdana Menteri Italia sekaligus eks Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi. Kehadiran kedua tokoh ini menunjukkan bobot dan kredibilitas tinggi dari organisasi tersebut.

Jajaran dewan penasihat ini membaca seperti direktori tokoh-tokoh paling berpengaruh di dunia ekonomi global. Selain Jokowi, terdapat nama-nama seperti Marc Rowan (Co-Founder & CEO Apollo Global Management), Gita Gopinath (Wakil Direktur Pelaksana Pertama Dana Moneter Internasional), dan Noubar Afeyan (Co-Founder Moderna dan CEO Flagship Pioneering).

Keberagaman latar belakang anggota dewan mencerminkan pendekatan komprehensif Bloomberg New Economy dalam menghadapi tantangan global. Dari sektor teknologi, hadir Kai-Fu Lee (CEO 01.AI dan Chairman Sinovation Ventures), sementara dari dunia keuangan terwakili Dawn Fitzpatrick (CEO & CIO Soros Fund Management).

Bloomberg New Economy: Merespons Pergeseran Ekonomi Global
Bloomberg New Economy bukanlah organisasi biasa. Didirikan pada 2018, komunitas global ini lahir untuk merespons transformasi besar dalam peta ekonomi dunia yang sedang bergeser dari Barat ke Timur, dari Utara ke Selatan. Pergeseran ini didorong oleh tiga kekuatan utama: demografi, globalisasi, dan digitalisasi.

“Kami membentuk Dewan Penasihat Global baru pada April 2025 untuk membantu menghadapi tantangan kompleks yang dihadirkan dunia saat ini. Kelompok penasihat ini menghadirkan pengalaman di tingkat tertinggi dalam bidang bisnis, pemerintahan, dan organisasi multilateral, dan masukan mereka akan menjadi kunci dalam mengarahkan upaya kami,” tulis Bloomberg di situsnya, Rabu (24/9/2025).

Organisasi ini telah berkembang menjadi komunitas elite yang terdiri dari lebih dari 1.500 tokoh terkemuka, termasuk kepala negara, menteri senior, pimpinan organisasi internasional, CEO multinasional, pendiri perusahaan teknologi, investor, inovator, hingga aktivis perubahan sosial.

Baca juga :  Sekda & Ketua DPRD Kabupaten Lamtim, Dampingi Bupati Ela Siti Nuryamah Saat Rapat Koordinasi Lintas Sektor

Jejak rekam Bloomberg New Economy dalam memfasilitasi dialog global sangat impressive. Mereka telah menggelar forum-forum bergengsi di berbagai kota strategis dunia, mulai dari Singapura, Beijing, Panama City, Dublin, Marrakesh, hingga Sao Paulo. Setiap pertemuan menjadi ajang bertemunya para decision maker yang keputusannya mampu mengubah arah ekonomi global.

Profil Jokowi: Dari Pengusaha Furniture hingga Panggung Internasional
Bloomberg New Economy menggambarkan Jokowi sebagai sosok unik dalam perpolitikan Indonesia. Mereka menyebut ayah dari Gibran Rakabuming Raka ini sebagai politisi, insinyur, dan pengusaha yang berhasil menjabat presiden selama satu dekade penuh.

Yang membuat profil Jokowi semakin menarik adalah fakta bahwa dia merupakan presiden pertama di Indonesia yang berasal dari luar militer atau elite politik tradisional. Perjalanan kariernya yang dimulai dari pengusaha furniture di Solo hingga mencapai kursi kepresidenan menjadi inspirasi bagi banyak kalangan.

Rekam jejak kepemimpinannya mencatat prestasi mengesankan: Wali Kota Surakarta (2005-2012), Gubernur DKI Jakarta (2012-2014), dan Presiden RI (2014-2024).

Saat ini, Jokowi juga menjabat sebagai Dewan Pengarah di Badan Pengelola Investasi Danantara, menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan ekonomi Indonesia pasca-kepresidenan.

Peran Strategis dalam Menghadapi Tantangan Global
Pembentukan Dewan Penasihat Global ini bukan tanpa alasan. Dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan kompleks yang memerlukan solusi kolaboratif dari berbagai pihak. Mulai dari perubahan iklim, ketidakstabilan geopolitik, transformasi digital, hingga kesenjangan ekonomi global.

“Perubahan ini menghadirkan banyak harapan, tapi juga tantangan yang rumit. Karena itu, kami mencoba mencari jawabannya dengan mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha dari berbagai belahan dunia,” tulis Bloomberg.

Negara-negara berkembang kini menyumbang porsi pertumbuhan ekonomi global yang semakin besar, sementara kesenjangan pembangunan perlahan dapat diperkecil berkat peningkatan pendidikan, teknologi, perdagangan, dan investasi. Dalam konteks ini, pengalaman Jokowi dalam memimpin Indonesia—ekonomi terbesar di Asia Tenggara menjadi aset berharga.

Misi Besar: Mencari Solusi untuk Kemakmuran Global
“Misi kami sederhana: menghadapi tantangan terbesar bagi kemakmuran global dan membuka dialog untuk menemukan solusinya,” jelas Bloomberg dalam pernyataan resminya.

Organisasi ini mengeklaim telah berhasil mempertemukan para tokoh penting dunia untuk membahas arah ekonomi global ke depan. Mereka tidak hanya menggelar diskusi, tetapi juga berupaya menghasilkan wawasan konkret dan memicu tindakan nyata.

Baca juga :  172 Dugaan Pelanggaran TKA 2026 Terungkap, Mayoritas Soal Bocor di Media Sosial

“Kami melibatkan, memberi informasi, dan memotivasi orang-orang yang keputusannya membentuk dunia. Kami menyelenggarakan diskusi yang membangkitkan imajinasi, menghasilkan wawasan, dan memicu tindakan. Kami menginspirasi komunitas kami untuk memperbesar skala inovasi dan menggerakkan modal demi kepentingan publik,” tulis organisasi tersebut dalam laman resminya.

Agenda Mendatang: New Economy Forum 2025 di Singapura
Kegiatan besar Bloomberg New Economy yang paling ditunggu adalah New Economy Forum 2025 yang akan digelar di Singapura pada 19-21 November 2025. Forum tahun ini mengangkat tema yang sangat relevan: “Thriving in an Age of Extremes” (Berkembang di Era Ekstremitas).

Tema ini mencerminkan realitas dunia saat ini yang dipenuhi dengan berbagai ekstremitas—mulai dari perubahan iklim ekstrem, ketidakpastian geopolitik yang tinggi, hingga akselerasi teknologi yang luar biasa cepat. Forum ini diharapkan menjadi ajang brainstorming untuk mencari strategi bagaimana ekonomi global dapat tetap tumbuh dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan ekstrem tersebut.

Susunan Lengkap Dewan Penasihat Global
Berikut adalah jajaran lengkap Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy:
• Joko Widodo, Presiden ke-7 Indonesia
• Marc Rowan, Co-Founder & CEO Apollo Global Management
• Gita Gopinath, Wakil Direktur Pelaksana Pertama Dana Moneter Internasional
• Ravi Menon, Duta Besar Singapura untuk Aksi Iklim
• Suresh Prabhu, mantan Menteri Perdagangan dan Industri India
• Noubar Afeyan, Co-Founder Moderna dan CEO Flagship Pioneering
• Charles Phillips, Co-Founder & Managing Partner Recognize
• Kai-Fu Lee, CEO 01.AI dan Chairman Sinovation Ventures
• Jorge Paulo Lemann, Chairman Lemann Foundation
• Dawn Fitzpatrick, CEO & CIO Soros Fund Management
• Strive Masiyiwa, Chairman & Founder Econet
• David Vélez, Co-Founder & CEO Nubank
• Josephine Wapakabulo, Founder & Managing Director TIG Africa
• Steven Rattner, Chairman & CEO, Willett Advisors LLC
• Jing Qian, Co-Founder Pusat Analisis China, Institut Kebijakan Masyarakat Asia
(MonD)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami