WONOGIRI, GEMADIKA.com – Asa ribuan pedagang kecil yang menggantungkan hidup di Pasar Wonogiri sempat runtuh ketika kobaran api melahap bangunan pasar beberapa waktu lalu. Asap pekat membubung tinggi, meninggalkan puing dan kesedihan mendalam bagi para pedagang yang kehilangan tempat mencari nafkah.
Namun di tengah reruntuhan dan debu, secercah harapan kembali muncul. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bergerak cepat meninjau langsung lokasi kebakaran serta mengumumkan bantuan dana sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan pasar darurat.
Tak hanya itu, Pemprov Jateng juga menyalurkan 749 paket sembako dan 3,7 ton beras bagi para pedagang terdampak, agar mereka tetap dapat bertahan di masa pemulihan.
“Saya minta kepada kepolisian agar meneliti dengan cermat penyebab kebakaran ini, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi pasar yang terbakar.
Gubernur menekankan pentingnya percepatan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat Wonogiri.
“Recovery harus berjalan. Meski dalam situasi darurat, pedagang harus bisa kembali berjualan,” pesannya.
Ahmad Luthfi menegaskan, pembangunan kembali Pasar Wonogiri menjadi prioritas utama, karena pasar merupakan denyut nadi ekonomi warga.
“Tempat-tempat di mana roda ekonomi masyarakat berputar harus segera dipulihkan. Site plan pembangunan kembali pasar akan segera disiapkan,” ujarnya.
Kini, di antara tenda-tenda darurat dan lapak sementara, semangat para pedagang Wonogiri kembali tumbuh. Mereka mulai menata dagangan, menata harapan, sembari menunggu janji pemerintah untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi kota yang sempat terhenti.




