MAMASA, GEMADIKA.com – Sejumlah warga di Kabupaten Mamasa diduga menjadi korban penipuan proyek fiktif yang dilakukan oleh seorang pria berinisial S (29). Para korban, yang terdiri dari kepala desa dan tokoh masyarakat, mengaku mengalami kerugian setelah menyerahkan sejumlah uang dengan harapan mendapatkan proyek pembangunan dari pemerintah pusat.

Modus yang digunakan terduga pelaku adalah menawarkan proyek “jalur khusus” dan program pembangunan seperti percetakan sawah serta kegiatan yang disebut-sebut bersumber dari anggaran pusat. Para korban diminta memberikan dana dengan alasan sebagai biaya pengurusan administrasi proyek tersebut.

Baca juga :  Soroti Jalan Rusak Nosu–Pana’ Jadi Jalur Off-Road, Anggota DPRD Mamasa: Jangan Tontonkan Penderitaan Rakyat Demi Pencitraan!

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa S juga sempat membawa beberapa orang ke luar daerah dengan janji akan mempertemukan mereka dengan pihak tertentu yang berwenang dalam pengadaan proyek. Namun, janji tersebut tidak pernah terbukti, dan para korban tidak mendapatkan hasil sesuai harapan.

Sejumlah korban kini tengah menunggu pengembalian uang mereka. Apabila janji tersebut tidak dipenuhi, kasus ini direncanakan akan dilaporkan secara resmi ke aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga :  Strategi Baru, Bapenda Sulbar Bentuk Tim Teknis Berbasis Jenis Pajak: Optimalkan Penerimaan Daerah

S sendiri telah memberikan tanggapan dan menyatakan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang diterima pihak kepolisian terkait dugaan penipuan proyek tersebut. (Antyka)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami