PATI, GEMADIKA.COM – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati menggelar apel pengamanan besar-besaran menjelang pelaksanaan sidang paripurna hak angket Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati yang dijadwalkan digelar hari ini, Jumat (31/10).

Apel kesiapan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi dan merupakan langkah antisipatif untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif di tengah tingginya dinamika politik lokal.

Dalam arahannya, Kapolresta Kombes Pol Jaka Wahyudi menekankan bahwa seluruh prosedur pengamanan telah disiapkan secara matang. Ini mencakup serangkaian persiapan mulai dari rapat koordinasi, gelar pasukan, Tactical Floor Game (TFG), hingga sterilisasi lokasi sidang.

“Semua prosedur sudah kita siapkan secara matang, mulai dari rapat koordinasi, gelar pasukan, TFG, hingga sterilisasi lokasi,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Pengamanan diperketat mengingat sidang paripurna ini diprediksi akan menyedot perhatian publik, termasuk pendukung dan penolak hasil rekomendasi Pansus Hak Angket. Kapolresta menjamin kesiapan jajarannya dalam memberikan pelayanan terbaik. “Kami akan menjamin seluruh rangkaian agenda berjalan lancar dan aman,” tegasnya.

Baca juga :  Komnas Perempuan Tolak Hukuman Kebiri untuk Tersangka Kasus Santriwati di Pati, Soroti Aspek HAM dan Pemulihan Korban

Polresta Pati telah memetakan potensi pergerakan massa dari dua kubu, baik kelompok yang mendukung maupun menolak pemakzulan kepala daerah. Dalam skenario pengamanan, massa pro rencana akan ditempatkan di sisi utara gedung DPRD, sementara massa kontra berada di sisi selatan.

“Harus kita pahami akan ada pihak yang menerima maupun tidak menerima hasil sidang. Di situlah peran kita untuk memastikan situasi tetap kondusif,” jelas Kapolresta.

Meskipun salah satu kubu sempat membatalkan rencana mobilisasi, aparat tetap bersiaga penuh. Titik pengamanan diperketat untuk mencegah benturan. “Kami tidak akan memberikan ruang bagi provokasi ataupun interaksi yang memicu gesekan,” tambah Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Untuk mengantisipasi potensi aksi pasca-keputusan sidang, aparat telah menyiapkan pola pengendalian massa berlapis, mulai dari Dalmas Awal, Dalmas Lanjutan, hingga Raimas jika eskalasi meningkat. Kapolresta mengingatkan seluruh personel untuk selalu berada dalam ikatan satuan dan tidak bertindak tanpa komando. “Jangan sampai ada anggota yang terpisah dari satuannya dan bergerak tanpa kendali komando,” tegasnya.

Baca juga :  Komnas Perempuan Tolak Hukuman Kebiri untuk Tersangka Kasus Santriwati di Pati, Soroti Aspek HAM dan Pemulihan Korban

Selain itu, Tim Penegakan Hukum (Gakkum) juga disiagakan khusus untuk menangani pelanggaran pidana atau tindakan anarkistis. Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan hanya tim Gakkum yang memiliki kewenangan melakukan penangkapan. “Tidak ada anggota di luar Satgas Gakkum yang boleh melakukan penindakan. Ini penting agar semua berjalan sesuai SOP,” tutupnya.

Kapolresta Pati menekankan bahwa prioritas utama adalah kelancaran sidang, keamanan masyarakat, dan keselamatan seluruh petugas, seraya berharap seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan damai hingga agenda politik daerah selesai.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami