JAKARTA, GEMADIKA.com — Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudi Sadewa mengingatkan generasi muda agar tidak sekadar ikut tren dalam berinvestasi. Menurutnya, banyak anak muda—khususnya generasi Z dan milenial—yang terjun ke dunia investasi hanya karena mengikuti arus populer tanpa dibekali pemahaman yang cukup.
Salah satu fenomena yang disorot Purbaya adalah maraknya investasi aset kripto di kalangan anak muda. Ia menilai, banyak yang tergiur oleh potensi keuntungan besar tanpa memahami risiko tinggi yang mengiringinya.
“Jangan hanya ikut-ikutan. Sebelum berinvestasi, pelajari dulu teori dasarnya. Pahami bagaimana risiko dikelola, bagaimana pasar bekerja, dan apa saja yang mempengaruhi naik turunnya nilai aset,” ujar Purbaya dalam sebuah pernyataan, Senin (7/10/2025).
Pentingnya Pemahaman Teori dan Kondisi Global
Menurut Purbaya, setiap investor perlu memahami dasar teori ekonomi, manajemen risiko, serta cara membaca kondisi pasar. Ia menegaskan bahwa performa investasi masa kini sangat dipengaruhi oleh dinamika global, bukan hanya tren di dalam negeri.
“Inflasi, suku bunga, dan kondisi geopolitik global punya dampak langsung terhadap pasar investasi. Kalau tidak paham itu semua, anak muda bisa terjebak pada spekulasi yang berujung kerugian besar,” jelasnya.
Purbaya juga menilai bahwa literasi keuangan menjadi kunci penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan finansial yang rasional di tengah arus informasi yang begitu cepat.
Investasi Bukan Judi, Tapi Alat Membangun Masa Depan
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa investasi yang bijak dan berkelanjutan hanya dapat dicapai jika didasari oleh pemahaman dan strategi yang matang.
“Investasi bukan soal cepat kaya. Ini tentang bagaimana kamu menyiapkan masa depan dengan perhitungan yang matang. Jangan jadikan investasi sebagai arena berjudi,” tegasnya.
Tips Awal Berinvestasi untuk Anak Muda
Sebagai panduan bagi investor pemula, berikut beberapa langkah awal yang direkomendasikan para ahli:
- Pahami profil risikomu sendiri.
- Mulai dari instrumen yang kamu pahami, seperti reksa dana, deposito, atau obligasi ritel.
- Pelajari kondisi ekonomi makro dan faktor global.
- Diversifikasi investasi, jangan menaruh semua dana di satu jenis aset.
- Fokus pada tujuan jangka panjang, bukan keuntungan instan.
Kesimpulan
Dengan pemahaman yang kuat dan sikap bijak, investasi bisa menjadi alat membangun masa depan secara bertahap dan berkelanjutan. Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi investor yang cerdas, asalkan mereka menempatkan pengetahuan dan strategi di atas dorongan tren sesaat.(*)




