Rembang, Gemadika.com – Kabupaten Rembang mengambil langkah progresif dalam pembangunan kepemudaan dengan meluncurkan program percontohan Akademi Karang Taruna Dasar (AKTD). Program pelatihan informal yang fokus pada pengembangan skill, pengetahuan, dan karakter ini resmi digelar perdana di Kecamatan Kaliori, menjadi yang pertama di Jawa Tengah.
AKTD digagas sebagai “sekolah kehidupan” yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas anggota Karang Taruna. Tujuannya adalah menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta mempersiapkan pemuda desa menjadi agen perubahan yang aktif dan solid.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Rembang, Dumadiyono (akrab disapa Mas Yon), menyatakan kebanggaannya atas terealisasinya program ini.
“Akademi Karang Taruna Dasar Tahun 2025 ini merupakan program percontohan di Jawa Tengah dan baru dilaksanakan di Rembang,” terang Mas Yon. “Seluruh 23 desa di Kecamatan Kaliori berpartisipasi, dengan masing-masing desa mengirimkan tiga perwakilan, sehingga total pesertanya mencapai 69 orang.”
Dukungan nyata dari tingkat desa menjadi kunci sukses penyelenggaraan AKTD. Mas Yon secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Camat dan seluruh 23 Kepala Desa se-Kecamatan Kaliori yang telah mendukung dan mengalokasikan anggaran desa untuk kegiatan ini.
Bertempat di Gedung MWC NU Kecamatan Kaliori, program ini berfokus pada penguatan kapasitas dasar, pengembangan jiwa sosial, dan peningkatan keterampilan kepemudaan. Anggota DPRD Kabupaten Rembang ini menambahkan bahwa AKTD di Kaliori bukan sekadar wacana, melainkan bukti nyata komitmen untuk membangun Karang Taruna yang lebih solid di Rembang.
“Program ini bertujuan memperkuat kapasitas pemuda, mengembangkan jiwa sosial, dan meningkatkan keterampilan kepemudaan di tingkat dasar,” tegasnya, seraya mengapresiasi dukungan dari pemerintah desa dan Forkompincam.
Salah seorang peserta, Joko Jamzuri dari Desa Meteseh Kaliori, menyambut baik kegiatan ini. Ia menyoroti pentingnya ajang silaturahmi dan menimba ilmu agar pemuda desa lebih giat dalam pembangunan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Harapannya dengan adanya AKTD, timbul semangat buat pemuda-pemuda agar rukun, damai, dan solidaritas di komunitas semakin kuat,” ujar Joko.
AKTD di Kaliori secara esensi tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membangun semangat kebersamaan. Melalui kegiatan interaktif, belajar bersama, bermain, dan berkreasi, para pemuda secara alami merajut kerukunan, belajar menghargai perbedaan, dan memperkuat kerja sama. Ini menjadi fondasi krusial bagi terwujudnya lingkungan desa yang harmonis, rukun, dan damai.




