Sarang, Gemadika.com – Kondisi ruas jalan provinsi di wilayah Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Kondisi ruas jalan provinsi di wilayah Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, terpantau memprihatinkan. Sejumlah titik di jalur vital ini, terutama di depan Pondok Pesantren Sarang dan area sekitar Jembatan Karang Mangu–Temperak, mengalami amblas dan bergelombang parah. Kerusakan ini dikhawatirkan mengintai bahaya serius bagi keselamatan pengendara yang melintas, sementara penanganan dari instansi terkait, termasuk Balai Besar Pelaksanaan Jalan Provinsi, hingga kini belum terlihat.
Kerusakan jalan ini terpantau jelas pada Minggu (30/11/2025). Panjang kerusakan diperkirakan mencapai ratusan meter, terpusat di sisi barat Jembatan Karang Mangu dan sepanjang jalur Pantura Sarang. Selain bergelombang ekstrem, beberapa titik juga ditemukan lubang-lubang jalan. Meskipun lubang tersebut tidak terlalu dalam, kombinasi dengan gelombang jalan yang curam sangat berpotensi memicu kecelakaan, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua.
Berdasarkan pantauan Tim Gemadika, gelombang jalan terlihat paling ekstrem di beberapa lokasi, mulai dari depan komplek Pondok Pesantren Sarang, jalur Pantura Gondan, hingga titik sebelah barat Gondan. Kondisi “jalan ombak” ini secara langsung memaksa pengendara harus menurunkan kecepatan drastis dan meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Kondisi jalan yang tak biasa ini memicu keluhan mendalam dari warga setempat. Salah seorang warga yang hampir setiap hari membantu mengevakuasi korban kecelakaan di lokasi tersebut mengungkapkan pengalamannya.
“Di sini tuh jalan bergelombangnya parah banget sampai kayak melintas di atas ombak daratan, kayak naik kapal di laut padahal naik motor,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Keluhan ini diperkuat oleh pengakuan perangkat desa setempat yang membenarkan bahwa kerusakan jalan tersebut sering menyebabkan kecelakaan.
“Jalan bergelombang ini sering membuat pengendara, terutama sepeda motor, kehilangan keseimbangan, apalagi kalau sedang melaju kencang atau saat malam hari,” ungkapnya.
Tingginya potensi kecelakaan akibat kondisi jalan yang ekstrem ini membuat warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera mengambil tindakan. Masyarakat mendesak agar perbaikan dapat dilakukan secepatnya sebelum jumlah korban kecelakaan terus bertambah.
Hingga berita ini diterbitkan, di lokasi kerusakan jalan belum terlihat tanda-tanda perbaikan ataupun pemasangan rambu peringatan bahaya yang memadai dari pihak berwenang. Pengendara diimbau untuk selalu waspada saat melintasi jalur ini, terutama saat cuaca buruk atau kondisi gelap.




