ACEH, GEMADIKA.com – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi pengungsi di sejumlah wilayah yang terputus akses darat akibat banjir bandang. Ia khawatir akan ada masyarakat yang meninggal karena kelaparan, bukan karena banjir.
Dilansir dari Detik Sumut, Mualem menyampaikan keprihatinannya saat berbicara kepada wartawan, Sabtu (5/12/2025).
Khawatir Mati Kelaparan
“Kondisi pengungsi sangat membimbangkan (mengkhawatirkan), mereka mati bukan karena banjir tapi mati karena kelaparan, itu saja,” kata Mualem.
Sejumlah kecamatan di Aceh saat ini belum dapat dijangkau lewat jalur darat karena jalan dan jembatan terputus akibat bencana banjir bandang yang melanda pada Rabu (26/11/2025).
Empat Daerah Paling Parah Terdampak
Menurutnya, daerah paling parah terdampak bencana yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan sebagian Bireuen. Saat ini yang paling dibutuhkan adalah pasokan sembako dan air bersih.
“Masyarakat sangat membutuhkan sembako, terutama di pedalaman yang belum terjamah,” jelasnya.
Logistik Harus Dipasok dengan Perahu Karet
Ketua Umum Partai Aceh itu menyebutkan, penyaluran bantuan ke daerah pedalaman sangat sulit karena tidak ada akses darat. Logistik untuk pengungsi harus dipasok menggunakan perahu karet atau jalur udara.
Dia meminta semua pihak, termasuk kepala desa, supaya proaktif agar bantuan dapat tersalurkan ke seluruh korban yang membutuhkan. Selain itu, banyak fasilitas umum yang hancur akibat bencana.
Seperti Tsunami Kedua
Mualem sudah mengunjungi sejumlah daerah terdampak banjir di wilayah timur dan tengah Aceh. Ia melihat bencana yang terjadi pekan lalu seperti tsunami yang melanda 21 tahun silam.
“Saya pribadi melihat banjir dan longsor ini adalah tsunami kedua,” ujarnya.
Banjir bandang telah melanda 18 kabupaten/kota di Aceh sejak Rabu (26/11/2025), menyebabkan ratusan korban jiwa, ribuan mengungsi, dan kerusakan infrastruktur yang masif.
Harap Masyarakat Aceh Tabah
Ketua Umum Partai Aceh itu berharap masyarakat Aceh dapat bersabar dan tabah menghadapi bencana yang menimpa.
“Kita sedih dan pilu melihat kondisi ini. Kita harap rakyat Aceh tabah menghadapi cobaan banjir dan longsor,” jelas Mualem.
Pemerintah Aceh terus berupaya maksimal dalam menyalurkan bantuan, mengevakuasi korban, serta membuka akses ke wilayah-wilayah yang terisolasi. Bantuan dari pemerintah pusat, TNI, Polri, dan berbagai pihak terus berdatangan untuk meringankan beban masyarakat Aceh yang terdampak bencana.




