GROBOGAN, GEMADIKA.com — Ramainya pemberitaan dan unggahan di media sosial terkait kondisi jembatan penghubung Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, dan Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, mendapat tanggapan langsung dari Kepala Desa Bandungharjo, Suwadi. Ia memberikan penjelasan saat dikonfirmasi oleh Tim media Gemadika mengenai keamanan dan kewenangan perbaikan jembatan tersebut. Jum’at, 05/12/2025.
Saat ditanya apakah jembatan itu masih aman dilalui, Suwadi membenarkan bahwa jembatan tersebut memang menjadi akses vital bagi warga antar desa maupun antar kecamatan.
“Pertanyaan yang bagus. Memang benar jembatan itu adalah penghubung antara Desa Bandungharjo dan Desa Jambangan. Terima kasih kepada media dan pihak-pihak yang telah memberitakan kondisi Jembatan Klumpit,” ujar Suwadi.
Suwadi menegaskan bahwa jembatan tersebut bukan berada dalam kewenangan pemerintah desa, melainkan merupakan ranah PUPR atau pemerintah provinsi. Karena itu, pihak desa hanya dapat mengusulkan, bukan mengambil keputusan pembangunan.

“Perlu kami sampaikan kepada semua bahwa jembatan ini bukan wilayah kerja desa, melainkan ranah PUPR atau provinsi,” jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa pemerintah desa konsisten mengusulkan perbaikan jembatan melalui Musrenbang setiap tahun, mulai dari 2013 hingga 2025, namun hingga kini realisasi pembangunan belum terwujud.
“Setiap tahun jembatan ini kami masukkan dalam usulan Musrenbang. Mulai tahun 2013 sampai 2025, setiap ada kesempatan Musrenbang, selalu kami ajukan. Kami memohon perhatian pemerintah, terutama para pemangku kebijakan, agar jembatan ini bisa segera dibangun,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan baru sangat penting karena akan menunjang kelancaran mobilitas masyarakat serta meningkatkan aktivitas ekonomi warga di kedua desa.
“Harapan kami tentu sama seperti masyarakat. Jika memungkinkan, jembatan ini dapat segera dibangun,” tambahnya.
“Karna jembatan ini sudah beberapa kali menelan korban,” tutupnya.
Di akhir penyampaiannya, Suwadi juga menyampaikan apresiasi kepada media dan warga yang telah ikut aktif menyuarakan kondisi jembatan melalui media sosial.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada media dan warga yang telah berpartisipasi aktif melalui media sosial. Semoga perhatian ini mendorong percepatan pembangunannya,” tutupnya. (Joko P)




