Menurut laporan dari The Verge, CEO of Applications OpenAI, Fidji Simo, mengungkapkan bahwa fitur adult mode di ChatGPT ini akan meluncur pada kuartal pertama 2026, atau sekitar bulan Januari hingga Maret mendatang.
Sesuai namanya, adult mode dirancang sebagai mode khusus yang hanya dapat diakses oleh pengguna dewasa yang telah lolos verifikasi usia. Di ChatGPT mode dewasa, pengguna diyakini akan mendapatkan fleksibilitas lebih dalam mengajukan pertanyaan atau permintaan terkait topik sensitif yang selama ini dibatasi ketat.
Respons terhadap Topik Sensitif Lebih Terbuka
Selama ini, OpenAI menerapkan kebijakan ketat terhadap konten sensitif dan dewasa di ChatGPT. Permintaan semacam itu kerap ditolak atau dijawab sangat normatif, meski diajukan oleh pengguna yang sudah dewasa.
Namun, CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menegaskan bahwa perusahaan ingin mulai “memperlakukan pengguna dewasa sebagai orang dewasa”, tanpa mengorbankan aspek keamanan. Artinya, sejumlah pembatasan konten yang selama ini diterapkan secara umum berpotensi dilonggarkan, tetapi hanya untuk akun yang lolos verifikasi usia.
Sayangnya, OpenAI belum memberikan rincian lebih lanjut soal sejauh mana adult mode akan mengakomodasi permintaan (prompt) dari pengguna dewasa dan apa saja batasannya. Yang jelas, adult mode ChatGPT ini akan bisa merespons topik-topik sensitif dan erotika dengan pendekatan yang lebih terbuka dan realistis.
Sistem Prediksi Usia Berbasis AI
Untuk mewujudkan fitur ini, OpenAI tengah mengembangkan model prediksi usia berbasis AI yang mampu mengidentifikasi apakah seorang pengguna merupakan remaja atau orang dewasa.
Sistem ini dirancang agar ChatGPT dapat secara otomatis menyesuaikan pengamanan dan pembatasan konten, khususnya bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun. Dengan teknologi ini, ChatGPT akan memberikan respons yang berbeda tergantung pada usia pengguna yang terdeteksi.
Simo mengungkapkan bahwa OpenAI sudah mulai menguji sistem prediksi usia ini di sejumlah negara. Pengujian dilakukan untuk memastikan model mampu mengenali pengguna remaja secara akurat, sekaligus tidak keliru mengklasifikasikan pengguna dewasa sebagai anak-anak.
Terinspirasi dari Grok “Spicy Mode”
OpenAI bukanlah perusahaan AI pertama yang mengeksplorasi fitur serupa. Sebelumnya, xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, sudah lebih dulu merilis fitur “spicy mode” di Grok Imagine, tools AI yang memungkinkan pengguna membuat gambar dan video dari teks (text-to-image) atau foto (image-to-video).
Lewat spicy mode, pengguna Grok Imagine bisa membuat konten yang mengandung unsur seksual, seperti semi-nudity. Kehadiran fitur ini sempat menuai kontroversi, namun juga menunjukkan adanya permintaan pasar untuk AI dengan pembatasan konten yang lebih fleksibel bagi pengguna dewasa.
Jika sesuai jadwal, fitur “adult mode” ChatGPT akan mulai tersedia pada awal 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi OpenAI untuk menyeimbangkan antara kebebasan pengguna dewasa dengan tanggung jawab perlindungan anak dan remaja di platform AI.
Kehadiran adult mode diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih personal dan relevan bagi pengguna dewasa, sambil tetap menjaga standar keamanan dan etika yang ketat, terutama untuk melindungi pengguna di bawah umur dari konten yang tidak sesuai.




