JAKARTA, GEMADIKA.com – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengumumkan penambahan personel khusus untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), serta Sumatera Barat (Sumbar) yang porak-poranda akibat banjir bandang dan longsor sejak akhir November lalu. Para prajurit ini akan fokus membangun kembali kehidupan warga, mulai dari infrastruktur hingga dukungan psikologis.
Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai perkembangan penanganan bencana Sumatera, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (19/12/2025).
Saat ini, sebanyak 36.636 personel TNI telah dikerahkan ke lapangan. Penambahan pasukan baru dari batalyon zeni, pembangunan teritorial, dan tenaga kesehatan akan segera menyusul untuk tahap rekonstruksi.
“Saya laporkan pelibatan personel TNI yang sudah existing sekarang jumlah 36.636 orang dan akan ada penambahan personel, yaitu dalam tahap rekonstruksi, rehabilitasi nanti dari batalyon zeni dan yontap dan Nakes,” kata Agus.
“Yaitu akan membantu pemasangan jembatan bailey, kemudian pembuatan perumahan sementara dan perumahan tetap, kemudian pembersihan lumpur dan kayu, kemudian normalisasi jalan, dan melanjutkan distribusi logistik,” sambungnya.
Selain itu, TNI juga menyediakan air bersih, melakukan trauma healing bagi penyintas, serta mendistribusikan hasil tani warga ke daerah lain agar tidak sia-sia. Contohnya, 52 ton sayur-mayur dan cabai dari Bener Meriah telah dikirim ke Medan dan Jakarta.
“Kemudian proses kesehatan, melakukan trauma healing, penyiapan air bersih, pendistribusian hasil bumi yang sudah dilakukan dari Bener Meriah dibawa ke Medan dan Halim, yaitu sayur-mayur dan cabai kemarin sejumlah 52 ton,” ujarnya.
TNI telah mengerahkan 84 unit alutsista untuk mendukung operasi, termasuk pesawat, helikopter, dan kapal perang. Total logistik yang didistribusikan mencapai 2.428 ton melalui udara (termasuk airdrop), laut (via KRI dan kapal ADRI), serta darat.
Sementara itu, Kapolri melaporkan 11.625 personel Polri sedang bertugas, dengan tambahan 239 orang diperkirakan tiba pada 23 Desember untuk mendukung pembangunan hunian sementara (huntara). Polri juga menyiagakan 1.000 personel cadangan pasca Operasi Natal dan Tahun Baru, serta merekrut 7.269 relawan lokal.




