BATU BARA, GEMADIKA.com — Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menyambut secara resmi kedatangan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., di Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Kamis (15/1/2026).
Kunjungan Wakil Menteri Agama RI tersebut dilakukan dalam rangka menghadiri Pengukuhan Lembaga Adat Melayu Batu Bara (LAM BB) sekaligus Pelantikan Generasi Melayu Peduli Adat dan Majelis Perempuan Melayu untuk masa bakti 2025–2029.
Dalam sambutannya, Bupati Batu Bara menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas kehadiran Wakil Menteri Agama RI yang dinilainya sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah pusat terhadap pelestarian adat dan budaya daerah, khususnya budaya Melayu di Kabupaten Batu Bara.

Menurut Bupati Baharuddin, pengukuhan dan pelantikan lembaga adat tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat kebudayaan daerah, mengembangkan nilai-nilai luhur budaya Melayu, serta melestarikan adat istiadat agar tetap hidup dan relevan di tengah dinamika perkembangan zaman. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara lembaga adat, pemerintah daerah, dan Forkopimda dalam menjaga identitas serta kearifan lokal.
“Melalui Lembaga Adat Melayu Batu Bara, Generasi Melayu Peduli Adat, dan Majelis Perempuan Melayu, kita ingin menghidupkan kembali adat istiadat bangsa Melayu agar tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Bupati Baharuddin.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam melestarikan budaya Melayu yang diwujudkan melalui berbagai kebijakan dan program. Di antaranya adalah penggunaan busana adat Melayu setiap hari Jumat oleh jajaran Pemkab Batu Bara, pelaksanaan tradisi Mandi Belimau dalam menyambut bulan suci Ramadan yang dilanjutkan dengan Pesta Tapai, serta pelestarian dan promosi kuliner khas daerah, seperti rendang kepah.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI dalam sambutannya mengapresiasi langkah dan komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Melayu. Ia berharap lembaga adat yang telah dikukuhkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai budaya dan keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Agama RI juga menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian besar terhadap kemajuan pendidikan nasional. Perhatian tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Salah satu bentuk konkret perhatian tersebut, lanjutnya, adalah rencana pembangunan Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat yang bertujuan memberikan akses pendidikan yang lebih mudah dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang direncanakan akan dibangun di Kabupaten Batu Bara.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Batu Bara karena memiliki komitmen yang sejalan dengan Presiden RI, yaitu bersama-sama memajukan pendidikan anak-anak di Batu Bara,” ujar Wakil Menteri Agama RI.
Kegiatan tersebut ditutup dengan prosesi adat dan doa bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan budaya Melayu di Kabupaten Batu Bara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh adat dan pejabat, di antaranya Datuk Prof. Dr. H. OK. Sahidin, S.H., M.Hum., Datuk Prof. Dr. Ir. H. Djohar Arifin Husein, Datuk Prof. Dr. Khairil Anshari, M.Pd., Datuk Dr. H. Sakhyan Asmara, Datuk Seri Mayjen TNI (Purn) Hasyim, Datuk Prof. Dr. H. Arifinsyah, M.Ag., Rektor Institut Kesehatan Helvetia Medan Datuk Dr. H. Ismail Efendi, M.Si., Kakanwil Kemenag Sumut H. Ahmad Qosbi, S.Ag., M.M., anggota DPRD Sumut, DPRD Batu Bara, Forkopimda Batu Bara, Plh Sekda, Asisten I, Kadis Pendidikan, Kaban Kesbangpol, Kadis Porabudpar, para camat, serta perwakilan organisasi masyarakat.
(Jumaidi)




