Sebelumnya, Bupati Mamasa Welem Sambolangi telah meninjau kondisi Pasar Barra-Barra pada beberapa waktu lalu dan menyampaikan bahwa pasar tersebut akan dimanfaatkan sebagai pasar hewan.
Pemerintah daerah berencana mengumpulkan para pedagang hewan, seperti pedagang sapi, kerbau, kambing, dan babi, untuk membahas rencana pengaktifan pasar tersebut.
Menurut Bupati Welem, pengembangan Pasar Barra-Barra sebagai pasar hewan bertujuan untuk menjamin ketersediaan hewan ternak, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun kebutuhan sosial masyarakat.
Selain itu, langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga hewan di Kabupaten Mamasa yang selama ini kerap mengalami fluktuasi, terutama menjelang momen-momen penting seperti pesta adat dan hari raya keagamaan.
Pembersihan Pasar Barra-Barra yang dilakukan secara gotong royong ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mewujudkan program pembangunan daerah.
Kehadiran langsung Bupati Mamasa dalam kegiatan pembersihan ini juga menjadi bukti komitmen kepemimpinan yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.
Dengan diaktifkannya kembali Pasar Barra-Barra sebagai pusat pasar hewan, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya para peternak dan pedagang hewan ternak di Kabupaten Mamasa.
Pasar hewan yang terorganisir dengan baik juga akan memudahkan pengawasan kesehatan hewan ternak dan transparansi harga, sehingga menguntungkan baik penjual maupun pembeli. (Antyka)




