DENPASAR, GEMADIKA.com – Cosmin Zuleam, buronan Interpol yang masuk dalam daftar paling dicari di Eropa, telah ditangkap oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Bali. Selama bersembunyi di Pulau Dewata, Zuleam diketahui telah melangsungkan pernikahan siri dengan seorang warga negara Indonesia (WNI).
Penangkapan buronan internasional kelas kakap ini menunjukkan keseriusan dan profesionalisme Polri dalam kerja sama penegakan hukum lintas negara melalui jaringan Interpol.
Pernikahan Siri Terungkap Saat Penangkapan
Fakta mengejutkan mengenai pernikahan siri ini terungkap saat proses penangkapan Zuleam oleh tim gabungan kepolisian. Kepala Bagian Kejahatan Transnasional dan Internasional Ses National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia, Kombes Ricky Purnama, membenarkan informasi tersebut dalam konferensi pers di Polda Bali, Selasa (20/1/2026).
“Pada saat kami lakukan penangkapan bersama jajaran Polda Bali, kita dapati status yang bersangkutan telah menikah dengan status siri dengan warga negara Indonesia,” ujar Ricky, seperti dilansir detikBali.
Pernikahan siri ini diduga menjadi salah satu cara Zuleam untuk menyamarkan identitasnya dan mendapatkan perlindungan serta tempat tinggal yang aman selama bersembunyi dari kejaran aparat penegak hukum internasional.
Buronan Kelas Kakap Eropa
Cosmin Zuleam merupakan subjek red notice Interpol—tingkat permintaan pencarian tertinggi yang dikeluarkan oleh Interpol—dan masuk dalam daftar buronan paling dicari di Eropa, terutama oleh otoritas Rumania.
Ia berhasil ditangkap pada 15 November 2025 (catatan: terdapat inkonsistensi tanggal dalam teks asli yang menyebutkan “15 November 2026”, seharusnya 2025) oleh tim gabungan yang terdiri dari Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar.
Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara NCB-Interpol Indonesia dengan Polda Bali serta koordinasi internasional dengan otoritas Rumania yang telah lama memburu Zuleam.
Menjalani Kehidupan Tertutup dan Low Profile
Selama bersembunyi di Bali, Cosmin menjalani kehidupan yang sangat tertutup dan berupaya keras untuk tidak menarik perhatian aparat penegak hukum. Menurut Kombes Ricky Purnama, Zuleam sengaja menjaga profil rendah agar keberadaannya tidak terdeteksi.
“Yang bersangkutan berusaha untuk tidak terlalu mencolok atau low profile, jadi artinya yang berpenghasilan itu justru pasangannya,” jelas Ricky.
Strategi ini menunjukkan bahwa Zuleam adalah pelarian yang berpengalaman dan mengetahui cara menghindari deteksi. Dengan membiarkan pasangannya yang bekerja dan mencari nafkah, ia dapat tetap berada di rumah dan meminimalkan interaksi dengan orang lain yang bisa mengenali atau melaporkannya.
Pasangan Tidak Mengetahui Status Buronan
Dalam pengungkapan yang cukup mengejutkan, Ricky menegaskan bahwa pasangan Cosmin tidak mengetahui bahwa pria yang dinikahinya secara siri tersebut adalah seorang buronan internasional yang tengah diburu oleh aparat penegak hukum.
“Pada saat kita tangkap, pasangannya tidak mengetahui bahwa statusnya dalam pelarian,” ungkap Ricky.
Fakta ini menunjukkan bahwa Zuleam kemungkinan menggunakan identitas palsu dan memberikan informasi yang tidak benar kepada pasangannya. Pasangan yang tidak mengetahui status sebenarnya ini menjadi korban dari manipulasi dan kebohongan Zuleam.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pasangan Zuleam tidak akan dijerat hukum karena tidak mengetahui status buronan suaminya dan tidak terlibat dalam kejahatan yang dilakukan oleh Zuleam.
Terlibat Perampokan Sadis di Rumania
Cosmin Zuleam terlibat dalam aksi kriminalitas yang sangat kejam di Kota Sibiu, Rumania, pada 6 November 2023. Bersama dua anggota komplotannya, Cosmin menyusup ke rumah seorang pengusaha lokal dengan niat melakukan perampokan.
Dalam aksi perampokan tersebut, para pelaku melakukan penyiksaan ekstrem terhadap korban hingga meninggal dunia. Tindakan sadis ini menunjukkan tingkat kebrutalan yang sangat tinggi dan tidak ada rasa kemanusiaan dari para pelaku.
Mereka juga sempat mengancam anak perempuan korban dengan senjata api sebelum akhirnya membawa kabur jam tangan mewah senilai sekitar 200 ribu euro atau setara dengan lebih dari 3,4 miliar rupiah.
Aksi kejam ini membuat Zuleam dan komplotannya menjadi buronan paling dicari oleh otoritas Rumania dan mendapat perhatian serius dari Interpol yang segera mengeluarkan red notice untuk pencarian mereka.
Proses Hukum Selanjutnya
Dengan ditangkapnya Cosmin Zuleam di Indonesia, proses hukum akan dilanjutkan sesuai dengan ketentuan hukum internasional. Beberapa kemungkinan yang akan terjadi:
Ekstradisi ke Rumania:
- Indonesia dan Rumania akan berkoordinasi terkait proses ekstradisi
- Zuleam akan dipulangkan ke Rumania untuk diadili
- Proses ekstradisi memerlukan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM
Proses Administrasi:
- Pemeriksaan identitas dan verifikasi red notice
- Koordinasi diplomatik Indonesia-Rumania
- Pemenuhan prosedur hukum Indonesia terkait ekstradisi
Penahanan Sementara:
- Zuleam akan ditahan di Indonesia sambil menunggu proses ekstradisi
- Dijaga ketat untuk mencegah pelarian
- Akses bantuan hukum sesuai ketentuan
Kerja Sama Internasional yang Efektif
Penangkapan Cosmin Zuleam di Bali merupakan bukti efektivitas kerja sama internasional dalam penegakan hukum. Koordinasi antara NCB-Interpol Indonesia dengan otoritas Rumania dan dukungan dari jajaran Polda Bali menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam memerangi kejahatan transnasional.
Kasus ini juga menjadi peringatan bagi para buronan internasional bahwa Indonesia bukan tempat yang aman untuk bersembunyi. Polri, melalui NCB-Interpol Indonesia, terus melakukan monitoring terhadap keberadaan buronan internasional di Indonesia dan siap menangkap mereka kapan saja.
Pesan untuk Masyarakat
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang menjalin hubungan dengan warga negara asing, untuk lebih berhati-hati dan melakukan pengecekan latar belakang pasangan. Pernikahan siri yang dilakukan tanpa verifikasi yang memadai dapat membawa risiko tersendiri.
Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan keberadaan orang asing yang mencurigakan atau memiliki perilaku yang tidak wajar kepada pihak berwenang untuk membantu penegakan hukum.




