REMBANG, GEMADIKA.com – Di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok, sebuah warung kuliner legendaris di Rembang tetap bertahan dengan harga yang ramah di kantong. Bakmi dan nasi goreng arang milik Mak Mie (Sukini), 65 tahun, masih setia melayani pelanggan dengan harga hanya Rp6.000 per porsi jumbo komplit.
Warung sederhana yang berlokasi di Desa Sumberjo, tepat di depan Salon Monalisa, Kota Rembang ini telah berdiri sejak tahun 1982. Perjalanan panjang usaha kuliner ini tak lepas dari sosok almarhum suaminya yang akrab disapa Lek Leles, pendiri sekaligus perintis warung legendaris tersebut.
Arang Jadi Ciri Khas Sejak Awal
Sejak pertama kali berjualan, Mak Mie sudah menggunakan arang sebagai bahan bakar utama untuk memasak. Metode tradisional ini menjadi ciri khas yang membuat cita rasa masakannya berbeda dan tetap dipertahankan hingga kini, lebih dari empat dekade kemudian.
Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari nasi goreng, mie goreng, mie godok, hingga aneka usus dan gorengan. Pembeli bisa menikmati hidangan langsung di tempat atau dibungkus untuk dibawa pulang. Yang menarik, semua menu dijual dengan harga terjangkau namun porsi jumbo dan rasa yang tidak mengecewakan.
Tanpa Pengawet, Pakai Racikan Alami
Meski zaman terus berubah dan biaya bahan pokok semakin tinggi, Mak Mie tetap mempertahankan kualitas masakan dengan bahan racikan alami tanpa pengawet. Komitmen terhadap kualitas inilah yang membuat warungnya tetap ramai pengunjung meski harga bahan baku terus naik.
Aroma dan rasa khas dari api arang membuat kuliner ini sangat digemari, terutama oleh warga yang berburu makan malam hingga dini hari. Kehangatan api arang yang memasak mie dan nasi goreng menciptakan cita rasa yang sulit ditiru oleh kompor gas modern.
Buka Tengah Malam Hingga Pagi
Warung Mak Mie mulai buka sekitar pukul 23.30 WIB hingga dini hari, bahkan kerap bertahan sampai pagi. Tak heran, lapaknya selalu ramai pengunjung saat perut mulai lapar di tengah malam. Warung ini menjadi oasis bagi pekerja malam, pengendara, atau siapa saja yang mencari makanan hangat di larut malam.
Salah satu pelanggan setia, Arman, warga Kelurahan Leteh, mengaku sudah lama mengenal kuliner ini dan menjadi langganan tetap.
“Dari dulu sudah pakai arang, Mas. Rasanya memang enak dan beda, legendaris,” ujarnya sambil menikmati sepiring mie goreng jumbo.
Harapan untuk Tetap Bertahan
Keberadaan bakmi arang Mak Mie diharapkan terus bertahan dan menjadi penopang kebutuhan kuliner masyarakat Rembang, khususnya bagi warga yang beraktivitas di malam hari. Di era digital dan serba modern ini, warung tradisional seperti milik Mak Mie menjadi bukti bahwa kualitas dan keramahan harga masih bisa bertahan melawan gempuran zaman.
Dengan harga Rp6.000 untuk porsi jumbo di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, Mak Mie membuktikan bahwa usaha kecil dengan hati yang besar tetap bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.




