GROBOGAN, GEMADIKA.com – Pemerintah Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, terus berupaya memperkuat ketahanan pangan desa melalui pengembangan berbagai sektor produktif. Tidak hanya berfokus pada budi daya ternak sapi, kini Pemdes Sedayu juga mengembangkan budidaya jamur tiram yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar.
Pengelola budidaya jamur tiram BUMDes Mekar, Ibu Agustina, menjelaskan bahwa proses budidaya jamur tiram memerlukan tahapan yang cukup panjang dan perawatan yang telaten. Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi Tim Gemadika.com.
“Untuk tahap awal, kita membeli baglog jamur yang masih sekitar 15 persen. Setelah itu kita menunggu kurang lebih satu bulan sampai jamur mulai keluar,” jelas Ibu Agustina.
Ia menerangkan, setelah memasuki usia satu bulan, baglog jamur kemudian dibuka ring dan plastik penutupnya. Sekitar satu minggu berikutnya dilakukan penyiraman secara rutin hingga jamur mulai tumbuh dan siap untuk dipanen.
Budidaya jamur tiram di Desa Sedayu telah berjalan sejak Oktober 2025 dan kini memasuki bulan ketiga masa produksi. Saat ini, BUMDes Mekar mengelola sekitar 2.500 baglog jamur tiram sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa.
“Rata-rata panen harian sekitar 10 kilogram. Namun saat panen raya, pernah mencapai 35 kilogram dalam kurun waktu sekitar satu bulan lebih sepuluh hari,” ungkapnya.
Untuk harga jual, jamur tiram dipasarkan dengan kisaran Rp15.000 per kilogram. Meski demikian, hasil panen saat ini masih bersifat fluktuatif, berkisar antara 3 hingga 5 kilogram per panen, karena masih dalam tahap pemeliharaan sehingga pertumbuhan jamur belum sepenuhnya maksimal.
Ibu Agustina berharap ke depan budidaya jamur tiram ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sedayu. Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
“Harapannya usaha ini bisa terus berkembang, membantu kemajuan desa, dan ke depan bisa memperkerjakan warga sekitar agar tidak perlu merantau jauh,” pungkasnya.
Penulis : Joko Purnomo
Editor : Rini




