BANGKALAN, GEMADIKA.com – Pemerintah Kabupaten Bangkalan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di Depan Pendopo Agung Bangkalan. Namun program ini dinilai kurang efektif, selain sepi pengunjung beberapa komoditas utama juga tidak tersedia.
Melihat fenomena tersebut Anggota Komisi II DPRD Bangkalan, Samsol Arif Marla mempertanyakan keseriusan pemkab dalam mengurus program yang berkaitan langsung dengan masyarakat.
“Menurut saya pemkab gagal, ini hanya menjadi formalitas tanpa menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu buktinya Gerakan Pangan Murah ini,” ungkap Samsol saat di konfirmasi. Sabtu, (21/02/26).
Gerakan Pangan Murah (GPM) bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pangan yang terjangkau bagi masyarakat.
“GPM seharusnya menjadi alat menekan harga kebutuhan pokok yang terus naik, terutama bagi masyarakat kecil. Tapi bahan pokok yang paling dibutuhkan malah tidak ada. Ini kan aneh sekali,” tuturnya.
Karena bahan yang di butuhkan tidak ada, kegiatan tersebut sepi peminat dan menimbulkan kekecewaan di kalangan warga yang berharap bisa mendapatkan sembako dengan harga terjangkau.
“Kondisi seperti ini bukan kejadian baru. Seperti yang kita tahu, model kerja mereka selalu normatif,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdakab Bangkalan, Qory Yuniastuti, mengatakan pihaknya telah bersurat kepada distributor agar berpartisipasi. Ia menyebut terdapat tujuh distributor yang dilibatkan, meski koordinasi tidak selalu mudah.
“Ke depan akan kami evaluasi. Kami berharap kebutuhan pokok dan dapur bisa lebih lengkap,” katanya.
Ia menambahkan, pada pelaksanaan perdana sebelumnya, komoditas relatif lebih lengkap.
“Sebenarnya kegiatan yang pertama itu lengkap mas, namun kan kami tidak bisa memaksa distributor, meski begitu kami berharap pasar murah ini lengkap,” tutupnya. (nardi)




