MAMASA, GEMADIKA.com – Organisasi Pemuda Sinergi Muda Mamasa (SMM) kembali melontarkan kritik keras terhadap langkah Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat (Kejati Sulbar) dalam menangani kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Pasar Rakyat Mamasa. SMM menilai penanganan perkara tersebut sejauh ini masih terkesan setengah hati dan belum menyentuh aktor utama di balik dugaan penyimpangan anggaran miliaran rupiah.

Ketua Harian SMM, Ryan Mewa’ menegaskan bahwa penetapan dua orang tersangka tidak boleh dijadikan alasan untuk menutup kasus seolah persoalan sudah selesai. Menurutnya, kasus pembebasan lahan dengan nilai anggaran besar mustahil hanya melibatkan dua pihak.

“Kasus sebesar ini tidak mungkin hanya melibatkan dua orang. Kalau Kejati berhenti di situ, publik akan menilai penegakan hukum hanya formalitas dan tidak menyentuh akar persoalan,” tegas Ryan.

Baca juga :  Harsinah Suhardi Kukuhkan Ibunda Guru se-Sulbar, Tegaskan Pendidikan Harus Lahir dari Kasih Sayang

Ryan menyebut, Kejati Sulbar memang telah menetapkan dua tersangka dan mengklaim telah menyelamatkan sekitar Rp.3 miliar dari dugaan kerugian negara. Namun, fakta bahwa anggaran pembebasan lahan mencapai sekitar Rp5,7 miliar justru menimbulkan pertanyaan besar : ke mana sisa dana tersebut mengalir, dan siapa saja yang sebenarnya menikmati ?

SMM mendesak Kejati agar tidak bermain aman dan berani mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk oknum pejabat, pihak perantara, maupun aktor yang berada di balik proses pembebasan lahan tersebut.

Baca juga :  Banjir dan Longsor Hantam Mamasa dan Polman, 23 Jiwa Terdampak BPBD Sulbar Siaga 24 Jam

“Jangan sampai publik melihat ini hanya dua orang yang dijadikan kambing hitam, sementara aktor besar yang punya kuasa justru lolos tanpa tersentuh,” lanjut Ryan.

SMM juga mengingatkan Kejati Sulbar agar tidak tebang pilih dalam penegakan hukum. Menurut mereka, transparansi dan keberanian mengusut tuntas kasus ini akan menjadi ujian serius bagi integritas aparat penegak hukum di Sulawesi Barat.

“Kalau Kejati benar-benar serius memberantas korupsi, maka semua pihak yang terlibat harus dibuka dan diproses tanpa pandang bulu. Jangan berhenti di level bawah saja,” tutup Ryan. (Antyka)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami