BANGKALAN, GEMADIKA.com – Tenis meja, yang dikenal juga sebagai pingpong, adalah salah satu olahraga populer di Indonesia, Seiring dengan meningkatnya peminat terutama di kalangan anak hingga remaja.

Untuk itu Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Bangkalan, Dr. H. Prima Nugroho berinisiatif menggelar event yang bertema Turnamen tenis meja Dr Prima Cup 1 bertempat di Bangkalan Plaza Lantai 3. Sabtu, (07/02/25).

Perlu diketahui event ini sebelumnya ini masih bernama Cerelia Cup, namun mulai di tahun ini dan seterusnya berubah menjadi dr. Prima cup.

“Perubahan ini bertujuan agar dalam turnamen ini bukan hanya soal panggung (terkenal), melainkan tentang legacy dan cerita yang tertinggal di hati setiap peserta dan penonton (dikenang),” tutur Dr. Prima.

Sinergitas antara cabor PTMSI, Dispora, Disdik dan Koni siap membangun prestasi olah raga terutama tenis meja di Bangkalan.

Dalam pertandingan yang salah satu tujuan utamanya untuk mempersiapkan atlit ke jenjang yang lebih bergengsi (POPDA), panitia menyiapkan 6 lapangan tenis meja, dan permainan menggunakan system pool kompetisi, yang di bagi menjadi 2 kategori, yaitu pelajar dan umum atau divisi 5 Jatim.

Baca juga :  Alarm Kemarau Berbunyi! 6 Kabupaten di Jawa Timur Nyatakan Siaga Darurat Kekeringan, 916 Desa Terancam

“Sengaja kami menggunakan system pool agar setiap atlit bertanding melawan seluruh peserta,” ungkapnya.

Ia berharap, agar cabor tenis meja lebih di sukai oleh masyarakat Bangkalan terutama pelajar.

“Semoga Tenis meja menjadi cabor termurah dan terpopuler di Bangkalan, serta dapat memunculkan bibit-bibit muda yang akan bertanding di POPDA yang akan datang,” harapnya

Sementara itu, Ketua KONI Bangkalan, Tajul Anwar mengapresiasi kegiatan yang di ikuti 64 pelajar dari berbagai tingkatan. Dengan mengedepankan pembinaan usia dini.

Baca juga :  Innova Tabrak Dump Truck di Tol Paspro, Dua Penumpang Tewas dan Anggota DPR RI Terluka

“Pembinaan cabor tenis meja sejak usi dini harus berkelanjutan. Sebab, olahraga yang satu ini tidak bisa instan butuh waktu 10 hingga 25 tahun agar bisa menjadi atlet profesional,” pungkasnya.

Menurut Tajul, untuk mengikuti Porprov Jatim di tahun 2027 mendatang, cabor tenis meja Bangkalan harus menunjukkan prestasi nya terlebih dahulu.

“Karena tidak semua cabor otomatis bisa ikut porprov, ada prestasi yang harus di seleksi ketat yang dilakukan oleh KONI termasuk prestasi yang oernah di raih,” tutupnya. (nardi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami