KENDAL, GEMADIKA.com – Seorang pemilik usaha wisata di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, melaporkan dugaan penipuan senilai sekitar Rp2 miliar ke pihak kepolisian. Kerugian tersebut diduga berkaitan dengan kerja sama perencanaan dan pengembangan kawasan wisata yang tak kunjung terealisasi.
Kasus ini mencuat setelah korban menceritakan pengalamannya dalam tayangan kanal YouTube Tribun Jateng. Dalam keterangannya, korban mengaku awalnya tertarik dengan penawaran jasa arsitek yang diajukan oleh pasangan suami istri (pasutri) asal Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Menurut penuturan korban, pasutri tersebut menawarkan konsep pengembangan kawasan wisata secara menyeluruh, mulai dari perencanaan desain, pembangunan wahana, hingga pengembangan infrastruktur pendukung. Konsep yang dipaparkan dinilai profesional dan menjanjikan sehingga membuat korban yakin untuk menjalin kerja sama.
Dana pun diserahkan secara bertahap dengan total mencapai kurang lebih Rp2 miliar. Uang tersebut disebut sebagai biaya perencanaan, pembuatan desain, serta pengerjaan awal proyek.
Namun, dalam perjalanannya, proyek yang dijanjikan tak menunjukkan perkembangan signifikan. Korban mulai merasa curiga karena progres pembangunan dinilai tidak jelas, sementara dana yang telah dikeluarkan sudah dalam jumlah besar.
Berbagai alasan disebut kerap disampaikan pihak terlapor, mulai dari kendala teknis hingga persoalan administrasi. Janji penyelesaian pekerjaan pun disebut terus mengalami penundaan.
Merasa dirugikan dan kesulitan menjalin komunikasi dengan pihak terlapor, korban akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penipuan tersebut kepada aparat penegak hukum.
Ia berharap kasus ini dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku dan ada pertanggungjawaban atas dana yang telah diserahkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor terkait dugaan tersebut. Sementara itu, proses penyelidikan oleh pihak kepolisian dikabarkan masih berlangsung.
Kasus ini menjadi perhatian karena nilai kerugian yang cukup besar serta dampaknya terhadap pengembangan usaha wisata di daerah. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para pelaku usaha agar lebih berhati-hati dalam menjalin kerja sama bisnis, terutama untuk proyek dengan nilai investasi besar.
(Tim)
Tag:




