GROBOGAN,GEMADIKA.com – Tradisi sedekah bumi kembali digelar masyarakat Desa Tungu, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, pada Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah sekaligus upaya melestarikan budaya warisan leluhur.

Sedekah bumi merupakan tradisi turun-temurun yang masih dijaga hingga kini. Dalam pelaksanaannya, warga berkumpul dan mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

Kepala Desa Tungu, Raden Tumengung Isman Rekso Negoro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna penting sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan melalui hasil bumi.

Baca juga :  Pangdam IV/Diponegoro Dampingi Menhan dan Panglima TNI Tinjau Latihan Operasi Laut Gabungan 2026

“Kegiatan ini intinya mengucapkan terima kasih pada Tuhan yang telah memberikan panen raya hasil bumi yang melimpah dan ikut melestarikan kebudayaan nenek moyang kita,” ujarnya.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat juga menghadirkan dua gunungan berisi hasil bumi seperti pisang, timun, kacang panjang, bayam, terong, dan berbagai hasil pertanian lainnya. Gunungan tersebut kemudian diperebutkan warga sebagai simbol berkah dan harapan akan keberlimpahan rezeki.

Antusiasme warga terlihat tinggi dalam mengikuti prosesi demi prosesi. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan gotong royong antarwarga.

Baca juga :  Pemdes Wedoro Tetap Bangun Kantor Kasi Kesra di Tengah Keterbatasan Anggaran

Tradisi sedekah bumi di Desa Tungu dikenal sebagai salah satu kearifan lokal yang terus “diuri-uri” atau dilestarikan dari generasi ke generasi.

Acara berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan serta kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.

(Tri Handojo S)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami