MAKASSAR, GEMADIKA.com — Lembaga riset independen PT Ujungpandang Research Center memberikan penilaian positif terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Mamasa sepanjang triwulan pertama tahun 2026. Kepemimpinan daerah dinilai berhasil mendorong percepatan pembangunan melalui berbagai langkah strategis dan responsif.
Direktur PT Ujungpandang Research Center, Al Gazali, menyebut keberhasilan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Mamasa sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan yang dinilai cepat dalam mengambil keputusan dan berorientasi pada hasil nyata.
“Kepimpinan yang berwibawa dan penuh taktikal adalah instrumen penting dalam menghadapi kompleksiti daerah. Keberhasilan Kabupaten Mamasa dalam meraih penghargaan daripada Kementerian Kewangan atas ketepatan masa penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2025 baru-baru ini merupakan bukti empirikal adanya kepatuhan regulasi yang ketat dan tadbir urus bajet yang sangat berdisiplin,” ujar Al Gazali dalam keterangan tertulisnya di Makassar, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, penghargaan dari pemerintah pusat tersebut bukan hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga memperkuat posisi Kabupaten Mamasa dalam mendorong dukungan program strategis dari pemerintah pusat di masa mendatang.
Selain sektor fiskal, PT Ujungpandang Research Center juga menyoroti respons cepat Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam menangani bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah selama musim hujan Mei 2026.
“Dalam situasi krisis akibat cuaca ekstrem, kehadiran kerajaan yang diwakili oleh arahan langsung ketua daerah di lapangan adalah perkara yang paling dicari oleh orang awam. Konsolidasi TRC yang bergerak cepat menyelamat dan menyalurkan logistik membuktikan bahawa komando pemerintahan berjalan sangat efektif dan berpusat,” tambah Al Gazali.
Tak hanya itu, lembaga riset tersebut juga mencatat penurunan angka kemiskinan di Mamasa dari 15,20 persen pada 2024 menjadi 13,01 persen pada akhir 2025. Penurunan tersebut dinilai didorong oleh intervensi pemerintah daerah di sektor pertanian, seperti bantuan dolomit, alat pertanian, dan benih unggul bagi petani.
Upaya pembangunan juga diperkuat melalui pengembangan infrastruktur digital berupa penyediaan jaringan internet satelit (VSAT) di wilayah pedalaman. Langkah tersebut dinilai mampu membuka akses informasi masyarakat sekaligus mendukung penyebaran program-program pemerintah hingga ke daerah terpencil.
“Seluruh pencapaian ini, bermula daripada fiskal, mitigasi bencana, pertanian, sehinggalah digitalisasi pedalaman, menunjukkan garis merah yang jelas: Mamasa ketika ini digerakkan oleh visi kepimpinan yang kuat dan penuh perhitungan taktikal yang matang,” tutup Al Gazali.
Penulis: Maryam Nurdianti




