JAKARTA, GEMADIKA.com – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengajak seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Instruksi tersebut disampaikan sebagai langkah strategis untuk menciptakan pusat-pusat keramaian yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Tito menjelaskan bahwa momentum Piala Dunia yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah.
“Kita akan instruksikan daerah untuk perbanyak titik nobar. Tujuannya supaya ekonomi bergerak, jualan jersey laku, kuliner laris, dan masyarakat mendapat hiburan berkualitas,” tegas Tito, Sabtu (14/6/2026).di kutip dari ntv news.
Menurutnya, kegiatan nobar tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga di tingkat lokal. Dengan adanya keramaian di berbagai titik nobar, diharapkan terjadi peningkatan transaksi ekonomi di sektor informal seperti pedagang kaki lima, kuliner, hingga penjualan atribut olahraga.
Namun demikian, Mendagri mengingatkan seluruh kepala daerah untuk tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan nobar. Ia menegaskan pentingnya koordinasi dengan aparat keamanan guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Selain itu, keberhasilan TVRI dalam mengamankan hak siar Piala Dunia 2026 juga dinilai sebagai peluang besar untuk memperkuat peran media publik dalam memberikan akses siaran olahraga berkualitas kepada masyarakat hingga ke daerah terpencil.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan media penyiaran, diharapkan penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 dapat memberikan manfaat ganda, yakni hiburan bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(red)




