JAKARTA, GEMADIKA.com – Teh hijau dan kopi hitam sama-sama dikenal sebagai minuman yang dapat mendukung program penurunan berat badan. Keduanya dipercaya mampu membantu pembakaran lemak serta meningkatkan metabolisme tubuh, namun memiliki mekanisme kerja yang berbeda.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau maupun kopi hitam secara rutin dapat memberikan manfaat dalam mengontrol berat badan jika diimbangi pola makan sehat dan aktivitas fisik yang cukup.

Teh Hijau Bantu Tingkatkan Pembakaran Lemak

Teh hijau mengandung antioksidan epigallocatechin gallate (EGCG) yang berperan meningkatkan oksidasi lemak serta mempercepat metabolisme tubuh. Sebuah studi yang dipublikasikan Cambridge University Press pada 2024 menemukan konsumsi teh hijau secara rutin berkaitan dengan penurunan berat badan rata-rata sekitar 1,23 kilogram dibandingkan plasebo.

Selain membantu mengurangi lemak tubuh, teh hijau juga diketahui dapat memperbaiki indeks massa tubuh (IMT), mengecilkan lingkar pinggang, serta membantu mempertahankan berat badan setelah berhasil menurunkannya.

Ahli gizi menyebut kombinasi kandungan kafein dan EGCG membuat tubuh lebih efisien menggunakan lemak sebagai sumber energi.

Meski demikian, konsumsi teh hijau tetap harus dibatasi. Para ahli menyarankan sekitar tiga hingga lima cangkir per hari agar manfaatnya optimal tanpa meningkatkan risiko efek samping akibat kafein.

Baca juga :  Waspadai Kanker Serviks: Kenali Stadium, Gejala Awal hingga Lanjut yang Sering Tak Disadari

Matcha Mengandung Kafein Lebih Tinggi

Meski berasal dari tanaman yang sama, yakni Camellia sinensis, matcha dan teh hijau memiliki proses pengolahan berbeda.

Daun teh hijau diseduh menggunakan air panas, sedangkan matcha dikeringkan lalu digiling menjadi bubuk sehingga seluruh daun ikut dikonsumsi. Karena itu, kandungan kafein matcha lebih tinggi, yakni sekitar 60–70 mg per sajian, sementara teh hijau berkisar 25–50 mg per cangkir.

Kopi Hitam Percepat Metabolisme

Di sisi lain, kopi hitam juga memiliki manfaat dalam membantu program penurunan berat badan. Kandungan kafein mampu meningkatkan metabolisme sekitar 3 hingga 11 persen sekaligus membantu menekan rasa lapar.

Penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menunjukkan konsumsi empat cangkir kopi per hari berkaitan dengan penurunan lemak tubuh sekitar empat persen. Studi lain juga menemukan kopi hitam berkontribusi terhadap penurunan indeks massa tubuh serta persentase lemak tubuh.

Selain mendukung pengendalian berat badan, kopi hitam tanpa tambahan gula juga dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Baca juga :  Penyakit Kronis Kini Banyak Menyerang Usia 30-an, Dokter Soroti Gaya Hidup Pekerja Modern

Namun, konsumsi kopi berlebihan juga tidak dianjurkan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan batas aman konsumsi kafein sekitar 400 mg per hari atau setara dua hingga tiga cangkir kopi bagi sebagian besar orang dewasa.

Mana yang Lebih Efektif?

Secara umum, teh hijau dan kopi hitam sama-sama dapat membantu menurunkan berat badan, tetapi melalui cara yang berbeda.

Teh hijau lebih berperan meningkatkan pembakaran lemak dan memberikan efek kenyang lebih lama sehingga membantu mengurangi asupan kalori. Sementara kopi hitam lebih efektif menekan rasa lapar berkat kandungan kafeinnya yang tinggi.

Para ahli menegaskan bahwa kedua minuman tersebut bukan solusi instan untuk menurunkan berat badan. Hasil terbaik tetap diperoleh apabila dikombinasikan dengan pola makan bergizi seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, serta gaya hidup sehat secara keseluruhan.

Dilansir dari Detikhelt.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami