DELI SERDANG, GEMADIKA.com –  Petani ubi kayu di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, kembali dibuat resah. Tanaman ubi milik Ahmad Josan Ginting dan M. Safi’i seluas kurang lebih 4 hektar dirusak orang tak dikenal (OTK).

Perusakan ini sudah terjadi dua kali dalam sebulan terakhir. Pertama, pada 2 September 2025 sekitar 3 hektar tanaman rusak. Lalu pada 16 September 2025, sekitar 1 hektar lahan kembali hancur akibat diinjak-injak dan sebagian dicabuti oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Petani Kecewa dan Pertanyakan Status Lahan

Ahmad Josan Ginting (44) mengaku kecewa sekaligus geram karena tanaman ubinya yang sudah memasuki masa subur justru dirusak.

Tanaman ubi yang dirusak OTK di Desa Tadukan Raga, Deli Serdang.

“Selama bertani di lahan ini tidak pernah ada masalah dengan siapa pun. Saya juga tidak punya musuh, jadi heran kenapa tanaman saya sampai dua kali dirusak,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan M. Safi’i. Ia mengungkapkan bahwa lahan tersebut dulunya merupakan HGU No. 95 milik PTPN II (sekarang PTPN I Regional 1). Namun, belakangan ada pihak yang mengklaim lahan tersebut sebagai milik yayasan berdasarkan Surat Ganti Rugi (SGR) Kecamatan STM Hilir.

“Lahan ini dulunya digarap almarhum ayah saya untuk bertani. Tapi sekarang diklaim milik yayasan. Saya bingung apakah HGU PTPN II itu sudah dialihkan?” tegas Safi’i.

Akan Tempuh Jalur Hukum

Akibat kerugian yang dialami, kedua petani ini berencana melapor kepada aparat penegak hukum. Mereka juga akan meminta kejelasan kepada pihak PTPN dan BPN Deli Serdang terkait status tanah, apalagi saat ini sudah ada pagar permanen berdiri di atas lahan tersebut.

Masyarakat sekitar berharap kasus ini segera mendapat titik terang. Selain merugikan secara ekonomi, perusakan lahan petani juga dikhawatirkan dapat memicu konflik sosial di lingkungan sekitar.

Kasus Ahmad Josan dan M. Safi’i sekaligus menjadi pengingat bahwa sektor pertanian masih rentan terhadap ancaman eksternal, sehingga perlindungan terhadap petani mutlak diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.(W.Ardiansyah)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami