GROBOGAN, GEMADIKA.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0717 Grobogan menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 di Lapangan Makodim 0717 Grobogan, Jumat pagi (19/12/2025). Upacara yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 07.45 WIB ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”.
Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor Cba Ahmad Mashudi Ichfani, S.E., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) yang membacakan amanat Presiden Republik Indonesia. Upacara diikuti oleh seluruh jajaran Kodim 0717 Grobogan, termasuk perwira, anggota, dan pegawai negeri sipil (PNS).

Dalam amanatnya, Presiden RI menekankan bahwa peringatan Hari Bela Negara kali ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Saat kita memperingati Hari Bela Negara ke-77, saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah diuji oleh bencana alam. Ketiga wilayah ini memiliki peran sejarah yang luar biasa dalam perjalanan Republik, sehingga ujian yang mereka hadapi hari ini adalah panggilan bagi kita semua untuk hadir dan membantu mereka,” demikian bunyi amanat Presiden yang dibacakan Kasdim Mayor Cba Ahmad Mashudi Ichfani.
Presiden juga mengingatkan kontribusi historis ketiga provinsi tersebut dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Aceh disebut sebagai “Daerah Modal” yang memberikan dukungan logistik, pesawat, dan dana untuk diplomasi republik. Sumatera Utara dikenang melalui semangat juang rakyat Medan Area, sedangkan Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, menjadi tempat berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tahun 1948 saat Agresi Militer II.
“Tanpa Aceh, tanpa Sumatera Utara, dan tanpa Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap. Mereka bukan hanya bagian dari perjalanan masa lalu, tetapi fondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini,” tegas amanat Presiden.
Tantangan Kontemporer Bela Negara
Presiden juga menyoroti tantangan bela negara di era modern yang tidak lagi bersifat konvensional. Ancaman kini hadir dalam bentuk perang siber, gerakan radikalisme, manipulasi informasi, hingga bencana alam yang semakin sering terjadi.
“Dunia saat ini berada dalam dinamika yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi menjadi tantangan nyata bagi seluruh bangsa,” kata Presiden dalam amanatnya.
Oleh karena itu, Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mewujudkan semangat bela negara dalam tindakan nyata, seperti membantu korban bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing.
Susunan Upacara dan Pasukan
Upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 ini diikuti oleh lima kompi pasukan, meliputi Kursik Kodim, satu regu perwira jajaran Kodim, dua ton anggota jajaran Kodim 0717 Grobogan, satu ton bersenjata anggota siaga Kodim, dan satu ton PNS jajaran Kodim 0717 Grobogan.
Kapten Kav Agus Wiratno bertugas sebagai Pembina Upacara (Paup), Kapten Inf Wiyono sebagai Komandan Upacara (Danup), dan Lettu Cba Sukirman sebagai pembaca Ikrar Bela Negara.
Rangkaian upacara berlangsung sesuai protokol militer, mulai dari komandan upacara memasuki lapangan, inspektur upacara memasuki lapangan, penghormatan pasukan, pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Ikrar Bela Negara, hingga amanat inspektur upacara dan doa penutup.
Selama kegiatan berlangsung, upacara berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif tanpa ada kendala berarti. Anggota unit intelijen Kodim juga memantau jalannya kegiatan untuk memastikan keamanan dan ketertiban.
Peringatan Hari Bela Negara setiap 19 Desember merupakan momentum untuk mengenang berdirinya PDRI di Bukittinggi pada tahun 1948, yang menjadi bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri di masa-masa paling kritis sejarah republik.




