MAMASA, GEMADIKA.com – Sudah sepekan berlalu, kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oleh seorang oknum anggota Bhayangkari terhadap seorang jurnalis di Kabupaten Mamasa belum menunjukkan perkembangan berarti. Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai tindakan pembinaan maupun sanksi tegas dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Mamasa.

Ketidakpastian ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat, mengingat sebelumnya Kapolres Mamasa sempat memberikan pernyataan kepada media bahwa pihaknya akan memproses kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun, janji tinggal janji; hingga hari ini, rincian sejauh mana proses penanganan perkara tersebut seolah tertutup rapat.

Oknum Bhayangkari berinisial S, yang diketahui merupakan istri dari salah satu personel Resmob Polres Mamasa, dilaporkan atas tindakan tidak menyenangkan dan intimidasi terhadap seorang wartawan yang dipicu oleh masalah pribadi dengan oknum bhayangkari lainnya yang tidak ada kaitannya drngan oknum S. Tindakan ini dinilai tidak mencerminkan sikap seorang istri abdi negara yang seharusnya ikut menjaga marwah institusi Polri.

Baca juga :  Banjir dan Longsor Hantam Mamasa dan Polman, 23 Jiwa Terdampak BPBD Sulbar Siaga 24 Jam

Keluarga korban dan masyarakat luas kini menaruh harapan besar kepada Pembina Bhayangkari Cabang Mamasa untuk segera turun tangan. Mereka mendesak agar segera dilakukan evaluasi menyeluruh dan pembinaan mental terhadap oknum S.

“Kami menunggu keadilan. Kapolres sudah berjanji memproses sesuai aturan, tapi sampai sekarang belum ada informasi transparan mengenai hasilnya. Jangan sampai ada kesan institusi melindungi oknum yang menciderai kemerdekaan pers,” ujar salah satu perwakilan keluarga korban.

Baca juga :  Inspektur Sulbar Bawakan Keynote Speech pada Sharing Session Pengelolaan Keuangan Daerah

Sikap diamnya Polres Mamasa selama sepekan terakhir dikhawatirkan dapat memperburuk citra kepolisian di mata publik, terutama dalam menjamin keamanan jurnalis saat menjalankan tugasnya di lapangan.

Kejelasan status hukum atau tindakan disiplin sangat diperlukan agar kasus serupa tidak terulang kembali. Masyarakat terus memantau dan menunggu langkah nyata dari pimpinan Polres Mamasa untuk membuktikan bahwa hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas, bahkan terhadap keluarga internal kepolisian sendiri. (Antyka)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami