JAKARTA, GEMADIKA.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan menerima aspirasi yang disampaikan BEM SI wilayah Jawa Tengah terkait kondisi perekonomian nasional. Aspirasi tersebut disebut sebagai masukan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ke depan.
Prasetyo menegaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir, pemerintah terus bekerja keras dan berkoordinasi secara intens untuk mengatasi berbagai persoalan ekonomi yang tengah dihadapi Indonesia.
“Kita yakin bahwa langkah-langkah yang kita ambil, dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain,” kata Prasetyo usai mengikuti rapat koordinasi tata kelola ekspor di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.
Ia mengakui bahwa tantangan ekonomi saat ini tidak sederhana dan dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, tidak semua persoalan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Meski demikian, pemerintah memastikan terus berupaya memberikan solusi, termasuk melalui kebijakan yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha, khususnya terkait tata kelola ekspor sumber daya alam.
“Yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik (BEM SI) ini kan semangatnya untuk kita semua, bagaimana untuk memang bekerja keras terutama di sektor ekonomi,” ujarnya.
Sebelumnya, BEM SI Jawa Tengah menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, salah satunya meminta perbaikan terhadap nilai tukar rupiah agar kembali stabil dan menguat. Aspirasi tersebut muncul di tengah kekhawatiran mahasiswa terhadap kondisi ekonomi yang dinilai berdampak pada daya beli masyarakat.
Pemerintah pun diharapkan dapat merespons berbagai masukan tersebut dengan kebijakan yang konkret dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dengan adanya dialog antara mahasiswa dan pemerintah, diharapkan tercipta sinergi dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Dilansir dari Antara kantor berita indonesia.




