KENDARI, GEMADIKA.com – Suasana dini hari di Jalan Mayjen S. Parman, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, mendadak berubah mencekam setelah terjadi bentrokan antarkelompok pemuda yang diduga dipicu persoalan asmara, Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 01.00 Wita.

Peristiwa tersebut diduga bermula dari perselisihan yang melibatkan seorang perempuan berinisial TSY dengan mantan suaminya berinisial AK serta kekasih barunya berinisial KJ. Persoalan pribadi itu kemudian berkembang menjadi aksi saling tantang yang berujung pada bentrokan fisik.

Informasi yang beredar menyebutkan, kedua pihak tidak datang sendirian saat bertemu, melainkan membawa rekan masing-masing sehingga situasi berubah menjadi tawuran yang diduga melibatkan senjata tajam.

Insiden tersebut diketahui saat Tim Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Sulawesi Tenggara yang dipimpin Bripka Boy Sagita sedang melaksanakan patroli rutin di kawasan tersebut.

Baca juga :  17 Jemaah Haji Jombang Terima Bantuan UEA, Menhaj: Prioritas untuk yang Paling Membutuhkan

Petugas menemukan sebuah sepeda motor tergeletak di pinggir jalan. Tak jauh dari lokasi, dua pemuda melaporkan bahwa mereka baru saja menjadi korban penyerangan oleh sekelompok orang yang membawa senjata tajam.

Berbekal keterangan dan ciri-ciri para pelaku, polisi segera melakukan pengejaran ke sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian.

Upaya pelarian para terduga pelaku akhirnya berhasil dihentikan setelah petugas menemukan mereka berada di sebuah warung. Mereka diduga berusaha menyamarkan diri dengan berpura-pura menjadi pelanggan yang sedang menikmati hidangan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi mengamankan empat orang pemuda yang diduga terlibat dalam aksi tawuran tersebut, termasuk KJ yang disebut sebagai salah satu pihak dalam konflik.

Baca juga :  Viral! Diduga Stres Usai Cerai, Pria di Jombang Teror Warga dengan Sound Horeg dan Ancam Tetangga

Seluruh terduga pelaku kemudian dibawa ke kantor kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sementara aparat masih mendalami motif serta peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan pribadi sebaiknya diselesaikan melalui jalur yang bijaksana dan tidak berujung pada tindakan kekerasan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan muda, agar tidak mudah terprovokasi serta mengedepankan penyelesaian masalah secara damai demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami