BANDUNG, GEMADIKA.com Terungkapnya keberadaan Taufik Hidayat, pelaku kasus penganiayaan terhadap seorang perempuan bernama Yuvita Tri Rezeki, tidak lepas dari peran seorang mantan atasannya, Dadang Ahyar Ismail (53). Berkat pendekatan persuasif yang dilakukannya, pelaku akhirnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/2026).

Dadang menjadi sosok yang membantu meyakinkan pelaku untuk menghentikan pelariannya dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku.

Menariknya, meski namanya disebut berhak atas hadiah sayembara senilai Rp250 juta yang sebelumnya dijanjikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bagi pihak yang membantu menemukan pelaku, Dadang justru menyatakan hadiah tersebut lebih layak diberikan kepada korban.

“Atau Pak KDM langsung kasihkan aja ke korban, soalnya lebih membutuhkan,” ungkap Dadang.

Baca juga :  Jadwal Libur Sekolah Juni 2026 di Jawa Barat, Cek Tanggal dan Durasinya

Sikap tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai menunjukkan kepedulian terhadap kondisi korban yang membutuhkan dukungan untuk pemulihan pascakejadian.

Menurut keterangan yang beredar, beberapa hari sebelum menyerahkan diri, Taufik sempat menghubungi Dadang untuk meminta saran. Saat itu, Dadang berupaya meyakinkan pelaku bahwa terus melarikan diri bukanlah solusi dan hanya akan memperburuk keadaan.

Melalui pendekatan secara persuasif, Dadang mendorong pelaku untuk menghadapi proses hukum daripada terus hidup dalam pelarian. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah Taufik menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan diri.

“Ya sudah, saya ngikut Bapak aja mau menyerahkan diri,” ujar Taufik.

Baca juga :  Tragis! Diculik dan Disekap 3 Tahun, Wanita Asal Bandung Jadi Korban Penganiayaan Brutal hingga Kehilangan Penglihatan

Setelah mendapat kepastian tersebut, Dadang segera menghubungi pihak kepolisian. Aparat kemudian datang ke lokasi dan mengamankan pelaku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penyerahan diri pelaku tanpa perlawanan dinilai membantu aparat dalam menangani kasus tersebut secara aman dan kondusif. Sementara itu, perhatian publik kini juga tertuju pada kondisi korban yang diharapkan memperoleh pendampingan serta dukungan yang memadai untuk proses pemulihan.

Kasus ini menjadi sorotan luas karena tidak hanya menampilkan keberhasilan aparat dalam menangkap pelaku, tetapi juga memperlihatkan kepedulian seorang warga yang memilih mengutamakan kepentingan korban dibandingkan keuntungan pribadi.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami