MAMASA, GEMADIKA.com – Dalam suasana yang sarat spiritualitas dan ketulusan, Pemerintah Kabupaten Mamasa menggelar acara syukuran yang dirangkaikan dengan ibadah Paskah, sebagai bentuk perenungan atas kasih pengorbanan Kristus serta rasa syukur atas perjalanan daerah yang kian bertumbuh dalam harmoni dan kedamaian. Senin, (21/04/2025)
Bertempat di halaman Rujab Bupati Mamasa, Sulawesi barat, di tengah kehadiran lintas elemen masyarakat, acara ini menjadi momentum agung yang menyatukan spirit keimanan, pengabdian, dan kecintaan terhadap tanah leluhur.
Wakil Bupati Mamasa, dalam pidatonya yang penuh getar jiwa, mengungkapkan bahwa syukuran ini tidak semata-mata bersifat seremonial, tetapi menjadi wadah refleksi atas perjalanan hidup bersama sebagai satu komunitas Mamasa yang majemuk namun bersatu.
Dalam keterangannya, Wakil Bupati menjelaskan pemilihan bulan April sebagai waktu penyelenggaraan kegiatan. “April adalah bulan yang membawa resonansi spiritual yang tinggi bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri serta peringatan Jumat Agung dan Paskah.
Dalam bulan ini, kita diajak untuk mereguk hikmah pengampunan, pengorbanan, serta kebangkitan. Nilai-nilai ini relevan dengan semangat membangun Mamasa secara kolektif,” tuturnya.
Acara turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, yakni Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Komandan Distrik Militer (Dandim), Sekretaris Daerah, serta anggota DPRD dari Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.
Perwakilan dari berbagai kabupaten tetangga, diaspora Mamasa dari Jakarta, Banten, Papua, Makassar, Mamuju, hingga Polman, juga menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap tanah kelahiran.
Tak ketinggalan, para tenaga ahli, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua BOS GTM, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama, serta masyarakat dari berbagai kalangan, turut menyemarakkan acara ini dalam satu ikatan emosional yang kokoh.
Dalam pidatonya, Wakil Bupati Mamasa menegaskan bahwa pemerintahan saat ini berpegang teguh pada prinsip pelayanan yang tidak diskriminatif. “Kami tidak memandang perbedaan suku, agama, atau latar belakang manapun.
Komitmen kami bersama Bapak Bupati Mamasa adalah melayani setiap warga dengan hati yang tulus dan adil,” tegasnya.
(Antyka)




