GROBOGAN, GEMADIKA.com – Di tengah era modernisasi industri makanan, sebuah usaha wingko babat tradisional tetap eksis di Dusun Dukuh, RT.8 RW.1, Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Senin (21/04/2025).

Wingko Babat 57 Jaya milik Bu Sri Utami (57) telah memproduksi kuliner legendaris Jawa ini secara manual sejak tahun 2015 hingga sekarang.

Meski banyak produsen beralih ke peralatan modern, Sri memilih mempertahankan proses produksi tradisional yang menjadi ciri khas usahanya.

“Alhamdulillah udah sampai luar kota buat oleh-oleh,” ungkap Bu Sri Utami saat ditemui pada Senin (21/4/2025).

Usaha Bu Sri telah menembus pasar di berbagai kota seperti Sragen, Pati, dan Blora. Tidak hanya itu, wingko babat buatannya bahkan sampai ke Sumatera dan luar negeri, khususnya untuk memenuhi pesanan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea, Taiwan, dan Hong Kong.

Baca juga :  Pemdes Tambirejo Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Daring Bersama Pemkab Grobogan

“Untuk sementara ini kan ada di luar kota, kalau terkadang tapi ada yang dari Korea pulang kampung itu di bawa ke Korea,” jelas Sri.

“Kemarin ada dapet orderan temen-temen dari Korea sudah tau rasanya terus ada pulang kampung minta di bawain lagi,” tambahnya.

Tantangan Bisnis Kuliner Tradisional

Dalam menjalankan usahanya, Sri menghadapi beberapa kendala. Selain harga bahan baku yang terus meningkat, distribusi produk ke luar kota menjadi tantangan tersendiri karena Wingko Babat 57 Jaya dibuat tanpa bahan pengawet sehingga tidak tahan lama.

“Untuk pemasaran tidak bisa keluar kota seperti dari Sumatera dari luar Jawa itu ada yang minta itu tidak bisa tahan lama,” keluh Sri.

Baca juga :  Pemdes Bandungharjo Gandeng Perhutani dan LMDH, Gelar Sosialisasi Pembuatan Bibit Jati di RPH Ngroto

Keunikan Wingko Babat 57 Jaya terletak pada bahan-bahan alami yang digunakan. Tanpa tambahan bahan pengawet, produk ini menawarkan cita rasa asli yang diminati banyak konsumen lokal hingga mancanegara.

Peran Pemerintah Desa

Usaha Wingko Babat 57 Jaya mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Balai Desa Klobar turut membantu mempromosikan produk Kue Wingko Babat dalam berbagai acara dan kegiatan.

Sri berharap ke depannya usahanya terus mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah, khususnya Desa Klobar, agar dapat terus berkembang dan melestarikan kuliner tradisional ini.
(Joko P)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami