GROBOGAN, GEMADIKA.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadapi tantangan operasional setelah terdeteksinya pergerakan tanah di jalur kereta api Jawa Tengah pada Sabtu (17/5/2025) pagi.
Fenomena geologi ini terjadi tepat pada pukul 08.38 WIB di kilometer 32+6/8 jalur hulu antara Stasiun Gubug dan Karangjati, Kabupaten Grobogan.
Insiden ini memaksa otoritas perkeretaapian untuk menutup sementara jalur tersebut demi mencegah potensi bahaya yang mengancam keselamatan perjalanan penumpang dan operasional kereta.
“Akibat kejadian ini, jalur hulu di lokasi tersebut untuk sementara tidak dapat dilalui oleh kereta api,” ujar juru bicara PT KAI dalam keterangan resminya.
Dampak gangguan ini langsung terasa bagi ribuan penumpang kereta yang saat ini mengalami keterlambatan signifikan. Seluruh jadwal keberangkatan dan kedatangan harus disesuaikan mengikuti protokol keadaan darurat yang diterapkan petugas lapangan.
PT KAI dengan tegas memprioritaskan aspek keselamatan dalam penanganan situasi ini. Pergerakan tanah di area rel kereta berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal jika diabaikan, sehingga penutupan sementara menjadi keputusan yang tidak dapat dihindari.
“PT KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada para pengguna jasa,” lanjut pernyataan tersebut.
“Pihak perusahaan juga memastikan bahwa penanganan insiden ini sedang berlangsung dan akan menyampaikan pembaruan kondisi secepatnya setelah situasi kembali normal.”
Tim teknis dan rekayasa PT KAI saat ini telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penilaian kerusakan dan memulai proses perbaikan. Para ahli geologi juga dilibatkan untuk menganalisis tingkat kestabilan tanah guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Bagi penumpang yang terdampak, PT KAI membuka layanan informasi dan pengaduan melalui berbagai platform digital.
“Masyarakat dan pelanggan kereta api diimbau untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal digital PT KAI seperti media sosial @kai121_ serta aplikasi KAI Access untuk mendapatkan informasi jadwal terbaru,” tegas PT KAI.
Peristiwa ini mengingatkan kembali pentingnya pemeliharaan dan pengawasan rutin terhadap infrastruktur transportasi publik, khususnya di area-area yang rentan terhadap pergerakan tanah.
(redaksi)




