PAPUA, GEMADIKA.com – Tawa riang dan senyum lebar menghiasi wajah para mama Papua di pasar tradisional Distrik Sinak pada Minggu pagi (12/5/2025). Sumber kebahagiaan itu tak lain adalah kedatangan sekelompok prajurit dari Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti yang tergabung dalam Pos Kout Sinak yang memborong hasil pertanian mereka hingga habis terjual.
Di tengah hiruk pikuk pasar, Serda Rustam memimpin langsung anggotanya untuk melakukan pendekatan unik kepada masyarakat setempat. Para prajurit dengan ramah menghampiri lapak demi lapak, membeli berbagai jenis sayuran dan hasil bumi yang ditawarkan para mama Papua. Kegiatan ini bukan sekadar transaksi jual-beli biasa, namun menjadi momen penting pembangunan kepercayaan antara TNI dan masyarakat lokal.
Danpos Kout Sinak, Letda Ckm Muh. Akbar, Amd.Kep, menjelaskan filosofi di balik kegiatan tersebut. “Kita ingin hadir sebagai sahabat masyarakat. Memborong hasil tani ini bukan hanya membantu perekonomian warga, tapi juga menjalin hubungan yang harmonis dan saling percaya antara TNI dan rakyat,” ujarnya.
Dalam suasana yang penuh keakraban, para prajurit terlihat tidak segan untuk jongkok sejajar dengan para mama Papua, berbincang santai sambil memilih hasil panen. Kantong-kantong kuning besar yang mereka bawa dengan cepat terisi penuh dengan daun ubi, cabai, tomat, dan berbagai buah lokal khas Papua yang segar dan berkualitas.
Momen kebersamaan ini ternyata memberikan dampak positif langsung bagi para penjual. Dengan wajah berseri-seri, salah satu mama Papua mengungkapkan rasa syukurnya, “Kami senang sekali, biasa jualan lama baru laku, tapi ini langsung habis diborong,” ujarnya sambil tersenyum lebar.
Pendekatan humanis yang dilakukan oleh Satgas Yonif 700/WYC ini menunjukkan bahwa tugas pengamanan perbatasan yang mereka emban tidak menghalangi upaya untuk membangun kedekatan dengan masyarakat lokal. Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, tercipta gambaran nyata bagaimana keamanan dan kesejahteraan bisa berjalan beriringan di tanah Papua.
Langkah strategis ini juga menjadi bukti komitmen TNI untuk hadir sebagai penjaga keamanan sekaligus pendukung pembangunan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan yang memerlukan perhatian khusus. (Selamet)




