SEMARANG, GEMADIKA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bergerak cepat melakukan upaya percepatan penanganan genangan yang terjadi di beberapa titik lokasi di kota Semarang setelah diguyur hujan deras.
“Kami sudah mengerahkan tambahan pompa portable untuk mempercepat surutnya genangan, terutama di titik-titik strategis,” ungkap Soewarto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Selasa (13/5).
Dalam upaya menangani genangan yang terjadi, DPU Kota Semarang mengerahkan dua unit pompa portable dengan kapasitas besar. Satu unit pompa berukuran 8 inch dipasang di depan Rumah Sakit Islam Sultan Agung dan satu unit lagi ditempatkan di kawasan Gebangsari. Strategi ini ditujukan untuk mempercepat aliran air dari badan jalan menuju saluran pembuangan yang tersedia.
Langkah tanggap ini membuahkan hasil positif. Hingga Selasa (13/5) sore, genangan air berhasil dikendalikan dan hanya tersisa di bagian pinggir jalan. Aktivitas lalu lintas pun secara bertahap kembali normal, sehingga warga dapat beraktivitas seperti biasa.
Seperti diketahui bahwa hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak Senin (12/5) malam menyebabkan genangan air di sejumlah titik, salah satunya di kawasan depan RSI Sultan Agung hingga bawah jembatan tol Kaligawe.
Genangan terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi sebagaimana diprediksi oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani, yang menyebutkan bahwa wilayah Semarang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai risiko bencana hidrometeorologi.
Selain intensitas hujan yang tinggi, kapasitas pompa di Kali Tenggang yang terbatas turut memperlambat surutnya air di kawasan terdampak, sehingga memerlukan bantuan pompa portable tambahan untuk mempercepat proses pengeringan.
Soewarto menambahkan untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Kota Semarang mendukung penuh proyek pengendalian banjir yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, serta Dirjen SDA Kementerian PUPR. Proyek bertajuk Pengendalian Banjir Sistem Tenggang–Sringin Tahap I dijadwalkan berlangsung mulai 3 Maret 2025 hingga 20 Februari 2027.
“Proyek ini nantinya akan memberikan manfaat besar, yakni mengurangi risiko banjir di area seluas lebih dari 4.000 hektare yang meliputi tiga kecamatan: Pedurungan, Gayamsari, dan Genuk,” jelas Suwarto.
Dengan adanya proyek ini, diharapkan permasalahan genangan dan banjir yang kerap terjadi di Kota Semarang, khususnya di tiga kecamatan tersebut, dapat teratasi secara permanen. Masyarakat pun diharapkan dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa perlu khawatir akan gangguan banjir.
Pemkot Semarang terus mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan ini, serta segera melaporkan jika menemukan titik genangan atau kerusakan infrastruktur melalui kanal-kanal aduan yang tersedia.




